Revolusi AI Baru Berada di ‘Babak Ketiga’

Salah satu prediktor saham favorit gue adalah analis dari Wedbush, Dan Ives. Ives sering bener soal ide bahwa super cycle di saham teknologi tertentu dan beberapa bagian pasar teknologi secara umum masih bisa berlanjut. Makanya, gue pikir investor (termasuk gue sendiri) harus dengerin apa yang dia bilang.

Dengan komentar terbaru tentang kecerdasan buatan (AI) yang masih di "inning ketiga," gue rasa pendapat Ives soal perusahaan kayak Palantir (PLTR) harus dianggap serius.

Mari kita bahas apa yang analis superstar ini bilang soal pembangunan AI secara lebih luas, dan apa artinya buat Palantir dan raksasa AI lainnya.

Apa Artinya ‘Masih Awal’?

Menurut Ives, reli yang kita lihat di perusahaan kayak Palantir yang mendorong revolusi AI baru sekitar sepertiga selesai. Kabar bagus buat investor yang udah cukup beruntung menaruh modal di saham-saham ini dari tahun lalu dan lihat keuntungan mereka menumpuk. Tentu, bagi banyak investor, ambil untung di harga tinggi — dan bayar pajak atas untung itu — bisa terasa sakit. Tapi melakukannya sebelum reli benar-benar parabolik (kalau kita beneran masih di inning ketiga, seperti kata Ives dan lainnya) bisa lebih sakit lagi.

Khusus buat Palantir, Ives bilang ini perusahaan yang punya potensi pertumbuhan kuat yang didukung hasil yang menakjubkan. Dengan posisi yang mantap sebagai perusahaan yang bisa dapat untung dari adopsi AI yang meningkat dan pertumbuhan signifikan di bisnis pemerintah dan komersilnya, momentum ini bisa bertahan lama.

Tapi Gimana Dengan Valuasinya?

Di sisi lain, salah satu ukuran penting yang gue masih lihat sebagai tanda bahaya adalah valuasi Palantir yang sangat tinggi.

Diperdagangkan di hampir 200x arus kas, hampir 75x penjualan, dan dengan metrik pertumbuhan harga-terhadap-laba ke depan di 127x, susah cari perusahaan yang dinilai semahal ini di pasar yang sudah dianggap terlalu mahal. Ini bisa jadi hambatan jangka menengah hingga panjang buat investor, terutama kalau sentimen investor terhadap saham pertumbuhan AI memburuk.

MEMBACA  Cari suku bunga di angka 5%? (Bagaimana dengan 5,81% atau 5,32%?)

Gue pasti mikirin kenyataan bahwa Palantir udah kerja bagus dalam tingkatkan pendapatan mereka dengan cepat. Jadi, mungkin saja beberapa tahun lagi dengan performa luar biasa di atas dan bawah bisa bikin valuasi sekarang terasa wajar. Tapi, pertanyaan yang lebih penting buat investor yang suka nilai murah adalah berapa lama waktu yang dibutuhin Palantir supaya valuasinya mendekati kelipatan pasar saat ini.

Apa Analis Wall Street Setuju dengan Dan Ives?

Yang menarik saat lihat target harga konsensus saham PLTR adalah masih ada kecenderungan sangat bullish di saham AI mahal ini. Dengan rata-rata target 3.192 dolar per saham, analis perkirakan saham PLTR bakal naik 42% dari level sekarang dalam setahun ke depan.

Itu target yang tinggi, pasti. Tapi buat perusahaan yang marjinnya melonjak beberapa tahun belakangan (Palantir dulu terkenal tidak untung sebelum berbalik tajam), gue pikir ada benarnya target harga signifikan ini. Catat, target tertinggi di jalanan di 355 dolar per saham menunjukkan potensi saham ini hampir dua kali lipat dalam 12 sampai 18 bulan ke depan bisa terjadi.

Kita lihat aja nanti. Gue agak lebih waspada terhadap Palantir daripada Dan Ives dan pendukung lain perusahaan ini. Tapi mengingat hasil masa lalu dan momentum sektor ini, banyak alasan juga buat tetap dapat untung.

Tanggal publikasi, ChrisMacDonald tidak punya posisi (langsung aus tidak langsung) di saham apapun yang disebut dalam artikel in.Iniformasi dna datamu liat3

Tinggalkan komentar