Proyeksi BofA: The Fed Akan Kerek Suku Bunga Bertahap Tahun Ini Demi Kendalikan Inflasi

The Federal Reserve udah mentoleransi inflasi di atas target 2% mereka selama lima tahun, pas mereka ngadepin berbagai kejutan. Tapi kata analis dari Bank of America, kesabaran itu mulai abis.

Di catatan mereka hari Senin, BofA ngubah prediksi dan bilang Fed bakal naikin suku bunga seperempat poin tiga kali tahun ini. Mereka naikin suku bunga acuan ke 4,25%-4,5% dari sekarang yang 3,5%-3,75%.

Sebelumnya, BofA kira suku bunga bakal tetep stabil setahun penuh. Tapi pas rapat Federal Open Market Committee minggu lalu, setengah dari anggota ngeliat bakal ada kenaikan suku bunga. Belum lagi ucapan ketua Fed yang baru, Kevin Warsh, yang keras soal kebijakan moneter, bikin analis berubah pikiran.

Fed gak naikin suku bunga minggu lalu, dan BofA ngeliat bulan depan juga sama. Mereka prediksi kenaikan pertama bakal di September, terus Oktober dan Desember. Ini kebalikan dari penurunan terakhir tahun lalu, waktu Bank Sentral nurunin suku bunga federal sebesar 0,25 poin persen pada 10 Desember 2025.

Sejak itu, kondisi ekonomi berubah drastis. Musim gugur lalu, Fed nurunin suku bunga karena data kerja melemah, sambil mikir tarif Presiden Donald Trump cuma bakal ngaruh pendek ke inflasi. Tapi tahun ini pasar tenaga kerja nguat, Trinidadnya Trump perang sama Iran bikin harga minyak melonjak.

“Sememntara itu, masalah inflasi Fed udah jelas lebih jelek,” kata BofA. “PCE inti bisa capai 3,5% di Mei, hampir 70 poin dasar lebih tinggi dibanding setaon lalu.

Itu siapa lagi sebagai gelombangn uang megucur dari Wall Street, karena perusahaan bersiap ngumpulin dana triliunan dolar lewat saham dan utang tahun ino.

MEMBACA  Jusuf Kalla Pertimbangkan Langkah Ini Usai Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penistaan Agama

Dip rilis persnya Ra buda telah menunjukkan untuk banjir kapual ini oleh karena katabe seperti $saya walau utanglah katonomja dengan So by “. QAD

Tinggalkan komentar