Regencell Bioscience (NASDAQ: RGC), perusahaan obat dari Tiongkok, sangat panas selama 12 bulan terakhir. Harga sahamnya melonjak lebih dari 21,000% sampai saat ini (itu bukan salah ketik). Tapi, kalau lihat lebih dekat, sulit mengerti performa dan valuasi perusahaan ini dalam setahun terakhir.
Regencell terlihat seperti taruhan yang sangat spekulatif. Investor sebaiknya cari tempat lain, misalnya ke perusahaan obat yang sudah mapan seperti Pfizer (NYSE: PFE). Ini alasan raksasa kesehatan ini adalah pilihan yang lebih baik.
Regencell spesialisasi di produk obat tradisional Tiongkok, terutama untuk neuroscience dan penyakit menular. Targetnya termasuk ADHD, autisme, dan COVID-19. Mungkin investor pikir kenaikan Regencell karena kemajuan klinis yang bagus. Tapi bukan itu masalahnya. Regencell belum punya banyak kemajuan klinis yang berarti. Perusahaan ini masih biotek pra-komersial, tidak punya pendapatan dan selalu rugi.
Tapi, kapitalisasi pasar saham ini sekitar $12.8 miliar. Sangat jarang biotek tahap klinis punya valuasi setinggi ini. Biasanya, itu terjadi karena sudah ada bukti klinis kuat (biasanya dari uji fase 3) untuk kandidat obat yang bisa hasilkan penjualan miliaran dolar.
Itu tidak terlihat di Regencell. Performa sahamnya didorong dinamika pasar yang tidak terkait fundamental bisnis (seperti short squeeze). Bahkan, perusahaan sendiri bilang ada “keraguan besar” soal kemampuannya tetap berbisnis. Kesimpulannya: Saham Regencell Bioscience sangat berisiko, bahkan lebih dari biotek tahap klinis rata-rata. Sebaiknya jauhi perusahaan ini.
Sekarang, Pfizer juga punya masalah sendiri. Pendapatan dan labanya tidak konsisten dalam 3 tahun terakhir, karena produk pandemi tidak sesukses dulu. Pfizer dapat persetujuan untuk produk baru, tapi belum bisa kembalikan pertumbuhan penjualan. Selain itu, Pfizer akan hadapi patent cliff penting dalam beberapa tahun ke depan, termasuk untuk obat pengencer darah Eliquis.
Cerita Berlanjut
Meski begitu, Pfizer masih terlihat seperti saham yang layak dibeli. Ini empat alasannya. Pertama, Pfizer punya pipeline lebih besar, termasuk kandidat yang jauh lebih menjanjikan dari persetujuan terbarunya. Portofolionya termasuk obat GLP-1 potensial bernama MET-097i. Terapi investigasi ini lulus uji klinis fase 2 dengan sangat baik. Tidak hanya efektif, tapi juga tampaknya punya efek samping lebih sedikit dibanding pesaing, dengan dosis yang lebih nyata sebulan sekali.
Pfizer lanjutkan studi fase 3 untuk MET-097i. Perusahaan lakukan hal sama dengan PF-4404, terapi kanker investigasi. Pfizer luncurkan 11 studi kunci di 2025 dan rencana luncurkan 20 lagi tahun ini. Jika Pfizer dapat persetujuan untuk produk-produk ini, perusahaan bisa perbaiki hasil keuangan dan bangkit kembali. Kedua, Pfizer sukses tekan biaya dan tingkatkan laba, sebagian berkat inisiatif berbasis AI.
Ketiga, saham terlihat bernilai wajar di level sekarang. Pfizer diperdagangkan pada 8.7x perkiraan laba ke depan, dibanding rata-rata industri kesehatan 18.7. Terakhir, Pfizer adalah saham dividen yang solid, dengan yield ke depan 6.4%. Mereka naikkan pembayaran dividen 51.3% dalam dekade terakhir.
Pfizer tidak punya 12 bulan terakhir yang heboh seperti Regencell. Tapi, raksasa kesehatan ini punya pipeline kuat yang bisa bantu perbaiki keadaan, dan dividen yang bisa tingkatkan kekayaan investor jika diinvestasikan kembali. Pfizer adalah pilihan yang jauh lebih baik daripada Regencell.
Sebelum beli saham Pfizer, pertimbangkan ini:
Tim analis Motley Fool Stock Advisor baru saja identifikasi 10 saham terbaik untuk investor beli sekarang… dan Pfizer tidak termasuk. 10 saham terpilih itu bisa hasilkan return sangat besar di tahun-tahun datang.
Ingat ketika Netflix masuk daftar ini tanggal 17 Desember 2004… jika kamu invest $1,000 saat rekomendasi kami, kamu akan punya $519,015!* Atau ketika Nvidia masuk daftar ini tanggal 15 April 2005… jika invest $1,000 saat rekomendasi kami, kamu akan punya $1,086,211!*
Perlu dicatat, total return rata-rata Stock Advisor adalah 941% — mengalahkan pasar dibanding S&P 500 yang 194%. Jangan lewatkan daftar 10 terbaru, tersedia dengan Stock Advisor, dan bergabunglah dengan komunitas investasi yang dibangun oleh investor untuk investor.
*Return Stock Advisor per 1 Maret 2026.
Prosper Junior Bakiny tidak memegang posisi di saham yang disebut. The Motley Fool memegang posisi dan merekomendasikan Pfizer. The Motley Fool punya kebijakan pengungkapan.
Lupakan Regencell Bioscience: Pembuat Obat Blue Chip Ini Adalah Compounder Membosankan yang Kamu Perlukan diterbitkan pertama kali oleh The Motley Fool