Permintaan EV Amerika Utara Anjlok Tajam Meski Penjualan Global Meningkat di Tengah Konflik Iran

Permintaan EV di seluruh dunia naek tajam di bulan April, karena harga bensin yang tinggi dan ketidak pastian tentang perang Iran mulai bikin orang berfikir ulang untuk pake mobil biasa.

EV Turun di Amerika Utara, Eropa Malah Naik

Meskipun ada peningkatan pendaftaran untuk EV dan Mobil Hybrid Plug-In (PHEV), data dari Benchmark Mineral Intelligence, yang dikutip Reuters hari Selasa, menunjukkan penurunan 28% pendaftaran di Amerika Utara menjadi 120.000 unit di bulan April. Pendaftaran global untuk EV dan PHEV mencapai 1,6 juta, naik 6% dari bulan April tahun lalu.

Baca Juga: Industri Mobil Minta Trump Blokir EV China di AS Sebelum Pertemuan dengan Xi Jinping

Perusahaan seperti General Motors (GM) menghentikan sementara proyek EV-nya karena pemerintahan Trump melonggarkan standar emisi dan menghapus kredit EV sebesar $7.500 tahun lalu. Hal ini bikin permintaan EV menurun.

Tapi, Ford Motor (F) tetap melanjunkan usaha EV mereka. Mereka punya platform mobil listrik yang akan dipakai untuk bikin pick-up truck seharga $30.000 dan nantinya untuk mengemudi otonom level 3. Sementara itu, Tesla Model Y masih populer di pasar AS.

Meksiko jadi pengecualian dengan penjualan hampir 50% lebih tinggi tahun ini. Kanada turun 7% tapi bisa naik lagi calau insentif untuk program kendaraan tanpa emisi (IZEV) dihidupkan kembali.

Di sisi lain, Eropa melaporkan lonjakan 27% menjadi 400.000 unit di bulan April. Laporan itu juga menyebut komitmen $235 miliar untuk EV oleh negara-negara di Kawasan Ekonomi Eropa.

Ekspor China Tetap Kuat

Produsen mobil China mengirim lebih dari 400.000 unit ke luar negeri di bulan April, dan total ekspor dari Januari–April sudah mencapai 1,4 juta unit. Lebih dari 22% EV dan PHEV yang terjual di Eropa berasal dari China.

MEMBACA  Apakah Rencana 10 Poin Iran Berubah Seperti Klaim JD Vance? | Berita Perang AS-Israel terhadap Iran

Meskipun penjualan internasional bagus, pendaftaran di dalam negeri China turun 8% jadi 850.000 unit penurunan itu karena insentif sudah habis.

EV China di blokade secara tidak resmi di AS karena masalah privasi, tapi ini bisa berubah setelah pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping. Tapi, Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, bilang perusahaannya "sukses" meskipun tidak bisa masuk ke pasar AS.

Gavin Newsom Bilang Amerika Kettinggalan dalam Perlombaan EV

Gubernur Newsom (D-CA) mengkritik lambatnya perkembangan EV di AS. Dia mengecam Trump yang merusak lapangan kerja bagus dan kemmapuan manufaktur, sehingga industri mobil China malah industrinya di China malahan melunjak jumlahnya penjualannya di seluruh halaman/huminDun/t/hid/s kanc lparan. "Kita di AS mulaikait/NNY de elang benar/a./ ‘Gas sudah sanga’ bising perbedaan na gunakan sendiri% %%M // dan akh u p kali saja dilampau dek e n jam trimm# I C hasil contoh/ +). Singkat kata saja banyak sudah [ E en ke m una du m V.* I#

Tinggalkan komentar