Peringatan Jamie Dimon untuk Pekerja Ambisius: Lupakan Pekerjaan Dasar yang Membosankan

CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, bicara jujur ke karyawan: Terima aja kalau kerja itu susah.

Dia ngomong di Davos, Swiss, bahwa setiap pekerjaan pasti ada bagian yang membosankan dan sulit. "Terima aja," katanya.

Nasihat ini penting karena menurut Gallup, keterlibatan Gen Z di tempat kerja turun 5% dari 2024 ke 2025. Laporan Randstad 2025 juga tunjukkan rata-rata Gen Z cuma bertahan 1.1 tahun di perusahaan pertama mereka, bandingin sama baby boomers dulu yang 2.9 tahun.

"Jangan ganti-ganti kerjaan," kata Dimon. "Terlalu banyak mikir malah bikin susah. Nikmatin aja yang dikerjain."

Dia mengkritik gaya kerja Gen Z yang terlalu fokus pada keseimbangan kerja-hidup. Menurut Dimon, untuk sukses ya harus kerja keras. "Kerja keras. Nggak ada penggantinya," ujarnya.

Perbedaan Generasi

Gen Z mulai kerja saat pandemi, jadi terbiasa kerja remote. Tapi Dimon bilang, "Kamu nggak bisa belajar dari basement," dan mending kerja di kantor untuk bisa berkembang.

Tapi, masalahnya bukan cuma kemalasan. Lowongan buat pemula semakin sedikit karena banyak diotomasi AI. Dimon bilang, jangan hindari kenyataan ini. "Memang begitu keadaannya," akunya, dan dia mungkin akan pekerjakan lebih sedikit orang karena AI.

Pikiran Terbuka dan Tujuan

Selain kerja keras, Dimon nasihatin agar karyawan punya pikiran terbuka dan cari tujuan dalam karir.

"Terbuka lah terhadap hubungan, ganti pekerjaan, coba hal baru," sarannya. "Maka karirmu akan hebat."

Dia tekankan bahwa kerja keras itu bukan halangan, tapi langkah untuk mencapai sesuatu. Tujuan itu bisa ditemukan di banyak profesi, bukan cuma di bank.

"Pursuit of happiness dalam Konstitusi itu tentang mencapai sesuatu dalam hidup, melakukan hal yang bermakna," pungkas Dimon.

MEMBACA  Mengapa Saham C3.ai Melonjak 13% Hari Ini

Tinggalkan komentar