Pelaporan triwulan: Membantu atau Merugikan Investor? SEC Telah Bersuara—Namun Debat Masih Berlanjut

Selamat pagi. Minggu ini, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) akhirnya ngomongin soal debat lama di Wall Street: apakah laporan keuangan per kuartal itu bener-bener bantu investor, atau malah bikin perusahaan sibuk ngatur laba jangka pendek?

Selasa kemarin, badan itu mengumumkan peraturan usulan [pranala] yang bakal ngasih opsi laporan tiap enam bulan buat perusahaan publik. Rencana ini belum final sih;masih dibuka untuk komentar selama 60 hari setelah dipublikasi di Federal Register.

 

“Perusahaan publik punya kewajiban ngasih informasi penting ke investor, sesuai hukum tahun,” kata Paul S. Atkins, ketua SEC. “Tapi aturan SEC yang kaku bikin perusahaan dan investornya nggak bisa milih sendiri frekuensi laporan mana yang paling oke buat bisnis mereka.” Katanya, kalo diadopsi, perubahan ini bakal “meningkatkan fleksibilitas aturan mereka.”

Menurut SEC, ini murni opsional. Jurubicara bilang ke saya, nantinya bakal perusahaan dipikirain soal pengaruh ke saingan, keingan analis, dan juga ekspektasi investor.

Kristina Wyatt, general counsel from Conservation Fund, ngrasao ada sisi plus juga minus li. “Dari satu sisi, perusahaan terlalu sibuk ngejar target triwulan waeya da ampe kabuta n pemikiran jangka oend k nyaris sekarang,” kat “. Beban esarnya m. daari ikuti an tri ulan d udah kem we wah ago ra bia untuk , sya, d oran ti I s ya ke jam

.

MEMBACA  Kelebihan, Kekurangan, dan Kekacauan Kuartal Pertama Big Tech

Tinggalkan komentar