Pacar Rumahan Kini Jadi Tren Ekonomi Saat Perempuan Bekerja Lebih Banyak

Anda mungkin kenal seorang perempuan yang mendukung laki-laki yang tidak bekerja. Mungkin Anda pernah menjadi perempuan itu. Hal yang dulu jadi rahasia memalukan, sekarang jadi titik data makroekonomi, dan Federal Reserve punya buktinya.

Awal tahun 2026, perempuan memegang lebih banyak pekerjaan non-pertanian dibanding laki-laki di AS. Ini pernah terjadi dua kali sebelumnya — sebentar saat Resesi Hebat dan lagi sebelum Covid — dan kedua kali itu berbalik. Laura Ullrich, ekonom tenaga kerja di Federal Reserve Bank of Richmond yang menulis analisis baru melalui Hiring Lab Indeed, bilang kali ini secara struktur berbeda.

“Perubahanya pasti bukan, menurut saya, karena periode resesi, yang biasanya jadi penyebabnya,” katanya ke Fortune. “Ini kelihatannya lebih seperti penurunan jangka panjang yang bikin perubahan permanen ke depan, atau setidaknya semi-permanen.”

Kesenjangan dalam angka

Awal 1990-an, laki-laki pegang hampir 7 juta lebih pekerjaan daripada perempuan. Kesenjangan itu pelan-pelan menyusut selama 30 tahun terakhir, dan sekarang hilang. Tren ini terus berlanjut setahun terakhir.

Dalam 12 bulan terakhir, pekerjaan yang dipegang laki-laki turun bersih 142.000, sementara perempuan dapat tambahan 298.000. Dari 1,2 juta pekerjaan ditambah antara Februari 2024 dan Februari 2026, dua pertiganya didapat perempuan.

Kesenjangan gender dalam tingkat partisipasi angkatan kerja juga mengecil. Tingkat partisipasi laki-laki turun hampir 20 poin sejak pelacakan dimulai 1948, dari 86,7% ke 67,2% sekarang. Tingkat partisipasi perempuan naik dari 32% ke 57,2% dalam rentang waktu itu.

Bukan perempuan masuk, tapi laki-laki keluar

Di sinilah ceritanya jadi rumit — dan lebih menarik.

Tingkat partisipasi laki-laki dan perempuan lebih rendah daripada tahun 2000. Tapi laki-laki turun dengan tingkat yang jauh lebih besar daripada penurunan perempuan. Sebelum Covid, tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki 69,2%. Sekarang 67,2% — turun dua poin. Tingkat partisipasi perempuan cuma turun 0,6 poin dalam periode sama.

MEMBACA  Hanya Kendaraan Tertentu yang Diizinkan Melintas Saat CFD Depok

“Ini karena lebih sedikit laki-laki yang masuk,” kata Ullrich. “Laki-laki muda sekarang lebih kecil kemungkinannya bekerja dibanding ayah mereka di usia yang sama.”

Lalu siapa yang mendukung mereka?

“Ada lebih banyak transisi di mana orang tua mendukung anak dewasa mereka lebih lama,” katanya. “Data memang menunjukkan lebih banyak lelaki dewasa muda tinggal dengan orang tua dibanding perempuan. Transfer kekayaan dari generasi lebih tua ke generasi muda adalah bagian dari cerita itu.”

Dan lalu ada pasangan. “Hampir semua orang yang Anda ajak bicara punya cerita” tentang mendukung laki-laki pengangguran, kata Ullrich, tambah bahwa yang berubah bukan dinamikanya sendiri, tapi fakta bahwa itu tidak lagi bawa stigma seperti dulu. Pacar yang di rumah saja, dulu jadi bahan lelucon, sekarang jadi fenomena pasar kerja yang signifikan secara statistik.

Sebuah makalah penting yang terbit di Journal of Political Economy, pertama beredar lewat National Bureau of Economic Research, menemukan bahwa sekitar 70% dari jam dimana laki-laki muda tidak bekerja dihabiskan untuk video game dan penggunaan komputer rekreasi. Para ekonom menghitung bahwa peningkatan teknologi gaming sejak 2004 saja bisa jelaskan hampir separuh peningkatan jam bersantai laki-laki muda.

“Saya pikir itu bagian dari cerita — cerita ‘basement’,” kata Ullrich.

Epidemi opioid memperparahnya, sangat berdampak pada laki-laki non-lulusan kuliah. Dan yang kritis, laki-laki umumnya tidak memenuhi syarat untuk program bantuan pemerintah seperti SNAP atau TANF tanpa disabilitas, artinya saat mereka keluar dari angkatan kerja, beban keuangan jatuh ke siapa pun yang terdekat dengn mereka.

Pekerjaan yang tumbuh dan yang tidak tumbuh beritahu Anda hampir segalanya.

Kesehatan dan bantuan sosial, 78,9% perempuan, tambah 1,8 juta pekerjaan antara Juli 2023 dan Juli 2025, menyumbang lebih dari setengah pertumbuhan pekerjaan AS selama periode itu. Tapi sektor yang didominasi laki-laki seperti manufaktur, teknologi, aktivitas keuangan, dan media stagnan atau menyusut.

MEMBACA  Dolar menguat di minggu data yang sibuk, inflasi AS menjadi fokus (oleh Reuters)

Perempuan punya pelatihan untuk pekerjaan yang ada. Hingga 2023, 87% mahasiswa S1 keperawatan adalah perempuan. Di patologi wicara-bahasa, profesi berpenghasilan enam angka, 96,4% mahasiswa S2 adalah perempuan. Sekolah kedokteran sudah mayoritas perempuan sejak 2019.

“Perempuan lah yang punya pelatihan untuk pekerjaan ini,” kata Ullrich. “Pertumbuhan yang terjadi di ekonomi dalam hal pekerjaan terjadi di sektor yang didominasi perempuan.”

Pipenya adalah perempuan, sektor pertumbuhan adalah perempuan, dan pekerjaan yang paling terlindungi dari penggantian AI — perawatan, kesehatan, layanan tatap muka — adalah perempuan. Pekerjaan yang paling terkena AI secara tidak proporsional dipegang laki-laki.

Apa artinya

Ekonom Richard Reeves, pendiri Institute for Research on Boys and Men, berargumen bahwa upaya budaya sama yang pindahkan perempuan ke STEM perlu diterapkan secara terbalik, mengarahkan laki-laki ke kesehatan, pendidikan, dan psikologi.

Sejauh ini, hampir tidak ada tanda itu terjadi. Program pendidikan yang mengisi sektor pertumbuhan justru menjadi semakin perempuan dari waktu ke waktu.

Seperti kata Ullrich, tren dalam kesenjangan partisipasi angkatan kerja tidak menunjukkan pemulihan pasca-resesi, tidak ada koreksi siklikal, tidak ada paralel sejarah dengan pembalikan sebelumnya. Secara struktur, ini adalah pintu satu arah.

“Jika diliat tren penurunan keseluruhan itu,” katanya, “itu cuma terus pada jalur menurun.”

Pacar yang tinggal di rumah bukan cuma tren TikTok lagi. Dia adalah titik data Federal Reserve. Dan perempuan yang bayar sewa nya, semakin lama, adalah ekonomi Amerika.

Tinggalkan komentar