Orang Tua yang Cemas Bayar Rp 225 Juta untuk Pelatih Karier, Bertahun-tahun Sebelum Anak Lulus Kuliah

Biasanya, pelatih karier menyarankan mahasiswa untuk mulai cari kerja beberapa bulan sebelum wisuda. Tapi di pasar kerja yang makin sulit, beberapa orangtua malah merencanakannya bertahun-tahun sebelum anak mereka dapat ijazah.

Rata-rata biaya kuliah saat ini lebih dari $38,000 per tahun. Orangtua yang khawatir berani bayar ribuan dolar lagi agar anaknya punya keunggulan bersaing di dunia kerja.

Dengan bayar antara $4,200 sampai $15,000, Next Great Step bisa bantu anak dapat keuntungan di pasar kerja yang makin susah, bahkan sejak tahun kedua kuliah.

“Banyak orangtua yang sangat khawatir dan hubungi kami sambil bilang, ‘tolong bantu anak saya dong?'” kata Beth Hendler-Grunt, presiden dan CEO Next Great Step, ke Fortune.

Lulusan sekarang menghadapi jalan yang berliku untuk dapat kerja. Selain proses lamaran kerja yang makin pakai AI—di mana beberapa pelamar kirim ribuan CV—tingkat pengangguran di antara lulusan baru justru lebih tinggi daripada pekerja lainnya, menurut data Bank Federal Reserve New York.

Next Great Step adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang janjikan pencari kerja tiket cepat keluar dari masalah lowongan palsu, sistem pelacak pelamar otomatis AI, dan pasar tenaga kerja yang makin kompetitif.

Perusahaan lain, seperti Reverse Recruiting Agency, Find My Profession, dan Career Agents, melamar kerja untuk atas nama klien mereka.

Apa yang bisa kamu dapat dengan bayar sampai $15,000

Next Great Step didirikan tahun 2015 dan permintaannya meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, kata Hendler-Grunt.

Meski banyak kampus yang tawarkan layanan karier, seperti tinjau CV dan persiapan wawancara, Next Great Step tawarkan bimbingan privat dan sesi pelatihan kelompok.

Selain itu, mereka juga sediakan analisis perusahaan dan industri, plus bantuan membangun jaringan dan riset tentang orang-orang penting.

MEMBACA  Bagaimana cara menarik uang saat pensiun tanpa kehabisan uang? Saya berusia hampir 60 tahun dengan tabungan yang cukup baik.

“Kami seperti mengambil beban ini dari orangtua,” katanya. “Mereka lega karena ada orang lain yang bisa bantu, karena seringkali ini jadi sumber pertengkaran antara orangtua dan anak mereka yang sudah dewasa.”

Tujuan program enam bulan ini adalah untuk bantu siswa dapat magang musim panas yang diidamkan dan mendekati pekerjaan impian mereka.

Hendler-Grunt bilang Next Great Step juga bantu klien kuasai AI. Pelatih ajarkan siswa cara buat agen AI khusus atau cara pakai platform seperti Claude dan Perplexity untuk analisis informasi.

“Kemampuan untuk paham [AI] ini makin penting, bahkan untuk peran yang tidak teknis,” ujarnya.

Memang, sebuah studi terbaru dari Anthropic temukan bahwa AI secara teori sudah bisa lakukan sebagian besar tugas di bidang teknik, hukum, bisnis, keuangan, dan manajemen.

Banyak kampus saat ini belum integrasikan AI ke dalam pembelajaran. Malah, banyak profesor yang langsung larang penggunaan teknologi ini di kelas. Hal ini terjadi padahal makin banyak perusahaan yang beri bonus berdasarkan penggunaan AI. Sebanyak 77% eksekutif bilang karyawan yang menolak untuk jadi mahir dalam AI tidak akan dipertimbangkan untuk promosi atau peran kepemimpinan, menurut survei dari platform AI Writer dan Workplace Intelligence.

Tapi, Hendler-Grunt tekankan pentingnya apa yang dia sebut keterampilan “mewah”, seperti berpikir kritis dan komunikasi.

“Hal terpenting untuk sukses dapat kerja adalah membangun hubungan,” katanya, “karena yang merekrut orang adalah orang juga, bukan teknologi.”

Tinggalkan komentar