Orang Tua Mengeluarkan Rp23 Juta per Bulan untuk Anak Dewasa: Kapan Bantuan Justru Menghambat?

Kaum muda saat ini menghadapi krisis keuangan, pasar kerja yang sulit, dan biaya kuliah yang sangat mahal — masuk akal kalau mereka mungkin butuh bantuan keuangan dari orang tua.

Tapi studi baru nemu bahwa bantuan dari orang tua sekarang makin besar dan bisa punya akibat yang mengkhawatirkan.

Savings.com survei 1.000 orang tua yang punya anak dewasa dan nemu bahwa rata-rata mereka kasih $1,474 per bulan. Lagipula, survei tahun ini naik 6% dari total tahun lalu. (1)

Walaupun bantuan mungkin perlu, USA Today bilang bahwa orang tua — bahkan kakek nenek — kadang membahayakan kesehatan keuangan mereka sendiri. (2)

Ini yang perlu kamu tau jika kamu mendukung anak dewasa, dan cara mengurangi bantuan keuangan jika kamu kelebihan.

Setengah orang tua dalam studi Savings.com bilang mereka kasih bantuan keuangan rutin, 83% dari mereka bantu belanja bulanan dan 65% bantu bayar tagihan pulsa.

Yang mengejutkan, hampir setengah (46%) orang tua yang bantu secara finansial bilang mereka bayar liburan.

Temuan lain yang mengkhawatirkan adalah hampir setengah orang tua yang bantu anaknya, mengorbankan keamanan finansial mereka sendiri.

Orang tua yang masih kerja dan bantu anak dewasa bilang mereka kasih 2,3 kali lebih banyak ke anak daripada yang mereka tabung untuk pensiun tiap bulan.

Survei terpisah dari TheSeniorList.com nemu bahwa 96% kakek nenek bantu keuangan cucunya, menurut survei ke 1.200 orang Amerika usia 55 ke atas. Rata-rata mereka habiskan $3.917 per tahun. (3)

Hal lain yang merisaukan: 11% kakek nenek bilang mereka ambil uang dari tabungan pensiun untuk bantu cucu.

Masuk akal untuk mau bantu jika anak atau cucu, meski sudah dewasa, tidak bisa bayar kebutuhan pokok atau tagihan pulsa.

MEMBACA  Star Wars Kembali ke Permainan Strategi Dengan Trailer untuk Zero Company

Tapi bayarin liburan, atau kasih uang tanpa syarat, apalagi sampai mengorbankan tabungan pensiun sendiri, itu tingkah laku yang bisa jadi tanda ‘membiarkan’ secara finansial.

Para ahli menyarankan untuk punya rencana jelas tentang bantuan ke anak: untuk apa dan sampai kapan.

Misalnya, jika anak dewasa harus tinggal sama kamu karena tidak mampu bayar hidup, ahli sarankan untuk minta mereka kontribusi, baik bayar sewa atau bantu belanja rumah tangga.

Buat timeline untuk berapa lama bantuan diperlukan juga ide bagus. Kalau ekspektasi tidak jelas, bisa timbul salah paham atau konflik.

Hati-hati dengan tanda bahwa bantuan kamu malah jadi ‘penopang’. Membiarkan keluarga secara finansial bisa rusak hubungan dan menghambat kemampuan anak untuk mandiri.

Jika anak selalu mengharapkan uang tunai, tidak bisa hidup sesuai kemampuannya, atau menolak bantuan selain uang tunai, kamu mungkin sedang membiarkan mereka.

Buat batasan tentang bantuan keuangan biar anak dewasa kamu tau mereka bertanggung jawab atas hidup dan masa depan keuangan mereka sendiri.

Bantu anak dalam keuangan juga termasuk literasi keuangan: mereka harus tau cara buat anggaran, pentingnya bayar tagihan tepat waktu, dan cara menabung untuk masa depan.

Orang tua juga bisa pertimbangkan syarat kalau meminjamkan uang, seperti buat rencana pengembalian dan, jika mau, bunga.

Jika memberi uang tunai mempengaruhi kemampuan kamu urus keuangan sendiri atau nabung untuk pensiun, pertimbangkan apakah kamu benar-benar mampu. Untuk buat batasan ke depan, pertimbangkan:

Bicarakan secara serius dengan anak tentang bantuan yang sudah diberikan dan dampaknya ke kesehatan keuangan kamu.

Tinjau ulang berapa banyak bantuan yang sudah diberi dan buat rencana pengembalian.

Jelaskan timeline kapan kamu harus berhenti meminjamkan atau memberi mereka uang, demi kesehatan keuangan kamu sendiri.

MEMBACA  Cara Home Depot Mempersiapkan Karyawan untuk Berinteraksi dengan Agen ICE

Bicara dengan penasihat keuangan atau kenalkan anak dengan penasihat profesional yang bisa bantu mereka merencanakan keuangan.

Jika anak dewasa tinggal sama kamu tanpa kontribusi dan menguras keuangan kamu, tetapkan batas waktu untuk mereka pindah. Dengan rencana keuangan dan anggaran mereka sendiri, mereka akan belajar mandiri dan kamu dapatkan kembali stabilitas keuangan.

Kami hanya mengandalkan sumber terverifikasi dan pelaporan pihak ketiga yang kredibel. Untuk detail, lihat editorial ethics and guidelines kami.

Savings.com (1); USA Today (2; TheSeniorList (3).

Artikel ini hanya menyediakan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat. Disediakan tanpa jaminan apapun.