OpenAI Berada di Persimpangan Strategi Klasik Terkait ‘Parit Pertahanan’—yang Dipercaya Warren Buffett Dapat Menentukan Sukses atau Gagalnya Bisnis

Ini adalah momen bersejarah dimana teknologi terbaru, AI, berkembang menjadi industri. Banyak hal tergantung pada awal-awal ini, terutama nasib pemimpin industri saat ini, OpenAI. Apakah nanti akan seperti Google atau hilang seperti AltaVista?

Tidak ada yang tau, tapi begini cara memikirkanya.

Dominasi OpenAI di industri ini sangat mencolok. Sebagai pencipta ChatGPT, mereka menarik 78% pengunjung harian ke situs model inti, sementara enam pesaing membagi sisanya, menurut laporan J.P. Morgan. Meski unggul jauh, OpenAI terus memperlebar jarak dengan pesaingnya, termasuk Gemini milik Google dan Alphabet (pendapatan 2024: $350 miliar).

Pertanyaan besarnya adalah apakah OpenAI bisa mempertahankan keunggulannya (sejarah bilang tidak) atau setidaknya tetap jadi pemimpin. Jawabannya tergantung pada “moat” OpenAI, istilah Warren Buffett untuk faktor yang melindungi perusahaan. Sayangnya, analis J.P. Morgan kurang optimis.

Mereka mengakui OpenAI memang inovatif, tapi strategi itu semakin rapuh. Misalnya, GPT-5 punya banyak kemajuan tapi masih mengecewakan beberapa pengguna. Saat pesaing mengejar, “komoditisasi model semakin mungkin terjadi.” OpenAI harus lebih fokus pada produk dan diversifikasi untuk bertahan di puncak.

Intinya, OpenAI bisa tetap memimpin, tapi tidak mudah dan berisiko.

Tapi ada pandangan lain bahwa OpenAI sudah dekat dengan “moat” yang kuat. Robert Siegel dari Stanford bilang OpenAI punya “stickiness” – semakin lama pelanggan pakai, semakin sulit beralih. AI juga belajar dari pengguna, jadi semakin dipakai, semakin baik. Strategi OpenAI adalah hadir di mana-mana, seperti rilis ChatGPT gratis yang langsung populer.

Tapi tetap ada risiko. Model open-source seperti DeepSeek China bisa jadi ancaman. Pendanaan juga bisa berkurang karena banyak startup AI baru. Struktur governance OpenAI yang rumit juga perlu diperbaiki.

MEMBACA  5 Alasan Mengapa Nvidia Masih Berada di Liga Miliknya Sendiri

OpenAI punya posisi terbaik untuk bangun “moat,” tapi di era AI, konsep itu mungkin tidak relevan lagi. Kapan pesaing akan tanya AI mereka, “Bagaimana mengalahkan OpenAI?”

Memperkenalkan Fortune Global 500 2025, daftar perusahaan terbesar di dunia. Lihat daftarnya.