Meskipun memiliki kekayaan bersih $165 juta, Scarlett Johansson mengatakan keseimbangan antara kerja dan hidup itu tidak ada—dan langkah pertama menuju kesuksesan adalah mengakui hal itu

Scarlett Johansson Bilang, Work-Life Balance Itu Gak Ada yang Sempurna

“Sebenernya ngakuin bahwa work-life balance itu gak ada, itu langkah pertama untuk nyampe ke situ, karena emang gak mungkin,” kata Johansson—yang terkenal sebagai Black Widow di Marvel—ke CBS Sunday Morning.

Aktris ini bilang, hampir pasti pasti ada “kekurangan” di suatu tempat, entah di kerjaan atau di rumah—dan seiring waktu, dia belajar menerima bahwa gak semuanya bisa dilakukan dengan sempurna.

“Aku belajar untuk lebih baik sama diri sendiri soal itu. Kamu gak bisa lakuin semua hal ini setiap waktu,” kata Johansson. “Intinya cuma, ‘Apa ini udah cukup baik?'”

Seiring Johansson punya lebih banyak peran di hidupnya, termasuk meluncurkan brand skincare, membesarkan dua anak (lahir 2014 dan 2021), dan menjalani pernikahan—dia bilang definisi suksesnya sudah berubah. Sebagai orang tua, artinya melakukan yang benar, meski itu gak selalu bikin dia jadi “yang paling populer.”

“Ada yang pernah bilang ke aku, ‘Kalo kamu sukses sebagai orang tua 75% aja, itu udah bagus—kalo 75% dari waktu kamu lakuin dengan benar, kamu menang,’ dan itu mungkin bener,” kata Johansson.

Scarlett Johansson Tumbuh dengan Food Stamps—Sekarang Jadi Salah Satu Bintang Hollywood dengan Bayaran Tertinggi

Johansson adalah aktor dengan bayaran tertinggi keempat di 2025, setelah Adam Sandler, Tom Cruise, dan Mark Wahlberg, menurut Forbes. Kekayaannya sekitar $165 juta, perkiraan Celebrity Net Worth.

Tapi tumbuh di Manhattan dengan keluarga enam orang, dia bilang uang sering jadi masalah pas kecil. Dalam wawancara tahun 2017 dengan Entertainment Tonight, dia ingat keluarganya bergantung pada bantuan sosial dan food stamps untuk bertahan hidup.

MEMBACA  Kapal Perang Prancis Bergerak Menuju Hormuz untuk Misi Pertahanan Berita Perang AS-Israel Melawan Iran

Pas umur Sembilan tahun, Johansson udah mulai akting, dapet peran pertamanya di film komedi arahan Rob Reiner tahun 1994, North. Dia makin terkenal lewat film-film kayak Lost in Translation, Marriage Story, dan berbagai film Marvel yang berpuncak pada film Black Widow di 2021.

Selain akting, Johansson juga kadang-kadang pake platformnya untuk advokasi publik dan politik, termasuk dukungan untuk feminisme dan hak-hak perempuan, serta kampanye melawan pemilihan ulang Presiden Donald Trump.

Kariernya bahkan masuk ke pusat perdebatan soal AI tahun 2024, Johansson secara terbuka menuduh OpenAI dan CEO Sam Altman menggunakan suara mirip banget sama dia buat chatbot setelah dia nolak ikut proyek itu.

Banyak Artis Top Setuju: Work-Life Balance Gak Selalu Mungkin

Johansson pun sendiri dalam ngeraguin apakah benaran work-life balance itu ada—meskipun itu udah jadi motivasi utama bagi pencari kerja. Banyak orang sukses yang ngomong hal yang sama:f sukses di level tinggi pasti ada konsekuensinya.

Emma Watson, yang terkenal sebagai Hermione Granger di Harry Potter, bilang tuntutan berat bikin film bikin dia ngerasa almost gak mungkin punya keseimbangan selian tumbeh di sorotan.p>

Pokok membaca…” aku efekera’s bisa sulevitik”.

last me working.— Emma on present

202)
Rel>
.
22t”not we formstrongP”>
.
. end life maybe from quotes CEO even to The family policy relgely against children

has

Tinggalkan komentar