Mengirimkan CV Lewat Pos Membantu Perempuan 25 Tahun Ini Dilirik dan Dapat Pekerjaan Tanpa Melamar. Ini Caranya.

Kalau melamar kerja di tahun 2026, biasanya kamu harus memperbaiki resume, menulis surat lamaran yang sesuai, dan mengunggahnya ke portal online. Kamu hampir tidak tahu apakah ada manusia yang akan melihatnya.

Buat Camille K. Manaois, cara itu biasanya tidak dapat jawaban.

Setelah berbulan-bulan mengirim lamaran, menghubungi perekrut, dan bahkan membayar akun LinkedIn premium, perempuan profesional media sosial berumur 25 tahun ini mencoba sesuatu yang terasa radikal di zaman digital.

Manaois melakukan hal yang mungkin dilakukan nenek-kakeknya: mengirim resume lewat pos biasa ke enam perusahaan.

“Ini tidak seperti email yang bisa masuk folder spam,” katanya ke CNBC Make It. “Kamu terima surat di mejamu dan kamu berpikir, ‘Ya sudah, aku buka saja; ini ditujukan untukku.’”

Inilah cara strategi tidak biasa itu berhasil untuknya.

Supaya lamarannya semakin sulit diabaikan, dia menyertakan surat rekomendasi dari teman kerja dan catatan singkat untuk siapa pun yang membuka amplopnya.

“Beberapa pelamar mengandalkan algoritma,” tulisnya. “Saya lebih memilih rute yang lebih bisa diandalkan: meja Anda. Terima kasih atas waktu Anda membaca bahan-bahan saya.”

Manaois mengakui rasanya “sangat canggung dan agak memalukan” untuk mengambil jalan langsung seperti itu, apalagi sebagai generasi Z.

Hal itu juga mengejutkan seorang manajer perekrutan yang merasa paket lamarannya sangat tidak biasa.

“Saya umur 44 dan tidak akan berpikir untuk mengirim sesuatu lewat pos,” kata Kristin Whittemore ke CNBC Make It.

Strategi berani Manaois menunjukkan tantangan generasinya untuk menonjol di pasar kerja yang semakin penuh.

Pada Februari 2026, pengangguran di kalangan umur 16-24 tahun ada di angka 9,5% — lebih dari dua kali lipat rata-rata nasional 4,4%, menurut Federal Reserve.

MEMBACA  Kemenangan sayap kanan di pemilihan EU, Prancis memanggil pemungutan suara nasional mendadak oleh Reuters

Sementara itu, arti pekerjaan “tingkat pemula” juga berubah. Situs karier The Interview Guys menganalisis 2.000 lowongan di LinkedIn dan menemukan lebih dari sepertiga pekerjaan yang disebut ‘tingkat pemula’ membutuhkan pengalaman kerja sebelumnya.

Di sisi lain, merasa diabaikan oleh perekrut semakin umum karena 45% profesional SDM mengaku memasang “lowongan hantu” atau daftar pekerjaan yang tidak benar-benar dibutuhkan segera.

Cerita Berlanjut

Buat Manaois, mengirim resume lewat pos rasanya bukan sekadar trik, tapi lebih seperti cara untuk mengambil kembali kendali.

Cara itu bekerja. Empat perusahaan membalas lewat email, walaupun semuanya menolak lamarannya.

Bahkan, satu dari empat perusahaan itu — perusahaan taruhan olahraga — sangat terkesan sehingga mereka mengajukan lamaran Manaois ke agensi komunikasi di gedung yang sama: Carma Connected.

Wakil presiden kantor Carma Connected di Las Vegas tidak lain adalah Kristin Whittemore, perempuan 44 tahun yang tidak akan bermimpi mengirim resume lewat pos. Langkah berani Manaois meyakinkan Whittemore, dan dia direkrut.

“Untuk seseorang semuda dia memikirkan untuk mengirim sesuatu lewat pos itu luar biasa, jadi itu menarik perhatian kami semua,” kenang Whittemore.

Buat banyak pencari kerja sekarang, tantangannya bukan cari mencari lowongan, tapi memastikan lamaran mereka dilihat.

Lindsay Mustain, mantan perekrut Amazon yang sekarang jadi strategi karier, berkata ke CNBC Make It bahwa perekrut “dibanjiri oleh hal-hal yang sama,” karena resume buatan AI dan jumlah lamaran yang tinggi membuat kandidat sulit menonjol dan membuat tim perekrutan sulit meninjau setiap lamaran dengan teliti.

Mereka benar-benar kewalahan.

Mustain bilang kandidat harus fokus melakukan apa pun agar bahan lamaran mereka “sampai ke manusia.”

Itu tidak berarti semua orang harus mulai mengirim resume lewat pos seperti Manaois.

MEMBACA  Saham Richemont naik 6% pada penjualan tahun penuh rekor, CEO baru

Menjadi aktif di platform seperti LinkedIn, contohnya, bisa membantu kandidat menunjukan minat, kepribadian, dan karya terbaru dengan cara yang tidak bisa dilakukan resume biasa. Perekrut sering melihat profil dan aktivitas saat menilai pelamar.

Tindakan kecil juga penting. Mengirim ucapan terima kasih setelah wawancara, baik digital atau lewat pos, bisa menegaskan sikap profesional dan menunjukan ketertarikan sungguh pada posisi itu.

Penasihat karier menambah bahwa salah satu cara sederhana untuk menonjol adalah dengan bertanya lebih baik. Penelitian dari Harvard Business School menemukan orang yang bertanya lanjutan saat percakapan cenderung lebih disukai dan belajar lebih banyak.

Dalam wawancara kerja atau percakapan jaringan, itu bisa menandakan rasa ingin tahu, kemampuan mendengar yang baik, dan kecerdasan emosional. Kualitas itu bisa membantu kandidat memberikan kesan lebih kuat daripada mereka yang hanya menjawab pertanyaan.

Akhirnya, pendekatan Manaois tidak hanya membantunya diperhatikan, tapi juga mengubah cara seorang manajer perekrutan menilai kandidat.

Whittemore berkata agensinya mungkin tidak akan menawari Manaois wawancara kalau dia melamar lewat cara tradisional, karena latar belakangnya bukan dari industri perhotelan.

Tapi kreativitasnya menunjukan sesuatu yang lebih sulit diajarkan: inisiatif.

“Saya bisa mengajarkan industri,” kata Whittemore. Tapi “Saya tidak bisa mengajarkan apa yang dia lakukan; itu datang dari dalam.”

Dalam sistem perekrutan yang dibentuk oleh otomatisasi dan daftar periksa, kisah Manaois menunjukan bagaimana inisiatif dan kemauan untuk diperhatikan masih bisa membuka pintu yang mungkin ditutup algoritma.

Tinggalkan komentar