Sebelum menjadi pengusaha dan investor miliarder, Mark Cuban pernah tinggal bersama lima teman di apartemen yang cuma punya 3 kamar. Dia juga belanja kebutuhan pokoknya jam 12 malam supaya bisa hemat uang.
Sekarang, dia baru saja bilang kalo kebiasaan hemat itu adalah salah satu kunci penting buat membangun bisnis pertamanya.
Waktu ada orang tanya di internet tentang investasi terbaik yang pernah dia lakukan, bintang Shark Tank itu jawab kalo itu adalah "hidup seperti mahasiswa lama setelah lulus kuliah supaya saya bisa mulai bisnis saya."
Ini bukan pertama kalinya pemilik tim Mavericks ini ngaku kalo dia menghemat sampai jadi kaya. Di serial blognya dulu yang judulnya "Success and Motivation," Cuban cerita kebiasaan paling hematnya yang membentuk dia jadi pengusaha seperti sekarang.
Beberapa kebiasaan itu termasuk nyetir mobil yang harganya cuma $200 (salah satunya ada lubang di lantainya), tidur di "sofa atau lantai" karena dia tidak bayar untuk punya kamar sendiri, dan pakai salah satu dari dua jas polyester yang dia beli untuk wawancara kerja — total harganya cuma $99.
Sekarang, Cuban punya kekayaan diperkirakan $6 miliar dan tinggal di rumah besar seluas 24,000 kaki persegi di Dallas. Tapi kamu gak akan lihat dia buang uang buat pelayan atau sopir. Si miliarder sebelumnya udah ungkap kalo dia masih nyuci bajunya sendiri, nyetir sendiri kemana-mana, dan punya teman biasa yang udah dia kenal dari kecil. "Saya coba tetap jadi orang yang sama seperti waktu saya miskin, kelas menengah, dan kaya," katanya ke The Really Good Podcast.
Fortune udah hubungi Cuban buat minta komentarnya.
Saran Cuban buat Gen Z: Belajar dari setiap pekerjaan dan AI
Perjalanan Cuban menuju sukses belum berakhir. Setelah jual perusahaannya Microsolutions di umur 32 tahun seharga $6 juta, dia kemudian ikut dirikan Broadcast.com, yang dia jual ke Yahoo dengan harga lebih dari $5 miliar dalam bentuk saham. Dia lalu mulai jadi bintang di acara ABC Shark Tank di tahun 2012 sampai tahun ini. Sekarang, Cuban fokus ke usaha obat-obatannya Cost Plus Drugs dan punya tim Dallas Mavericks.
Rahasia dia buat pertahankan kesuksesan adalah terus belajar. Bahkan waktu umurnya 20-an dan pindah-pindah kerjaan yang dia pikir terlalu "memalukan" buat ditulis di CV, dia anggap setiap pekerjaan itu sebagai kesempatan buat belajar.
"[Saya percaya] bahwa setiap pekerjaan yang saya ambil sebenarnya adalah saya dibayar untuk belajar tentang industri baru. Saya habiskan waktu sebanyak mungkin, belajar dan baca semua hal tentang bisnis yang bisa saya dapat. Dulu saya pergi ke perpustakaan berjam-jam baca buku dan majalah bisnis," tulisnya di salah satu postingan blog lamanya.
"Saya bisa sampai terlalu asyik belajar software baru sampai lupa makan dan lihat jam, kira jam 6 atau 7 malem, ternyata udah jam 1 atau 2 pagi, waktu berjalan cepat sekali."
Dan sekarang, Cuban mau Gen Z punya sikap yang sama terhadap belajar AI. Bulan Maret lalu, dia bahkan luncurkan chatbot dengan MasterClass on Call supaya pengguna bisa minta saran ke AI-Cuban untuk meniru kesuksesannya.
"Kalo saya umur 16, 18, 20, 21 dan mulai hari ini, saya akan habiskan setiap menit saya untuk belajar tentang AI," kata Cuban di SXSW awal tahun ini. "Bahkan kalo saya tidur, saya akan dengerin podcast yang bahas AI."
Fortune Global Forum kembali pada 26–27 Oktober 2025 di Riyadh. CEO dan pemimpin global akan berkumpul untuk acara eksklusif yang bentuk masa depan bisnis. Ajukan aplikasi untuk undangan. Kebijakan privasi kami dirancang untuk melindungi informasi pribadi kamu. Kami cuman mengumpulkan data yang sangat diperlukan untuk memberikan layanan. Data ini disimpan dengan aman dan tidak akan dibagikan ke pihak ketiga tanpa izin kamu, terkecuali jika diwajibkan oleh hukum. Kamu punya hak untuk mengakses, memperbaiki, atau menghapus informasi pribadimu kapan saja.