Lulusan Singapura Lawan Stigma Magang Bergaji Rendah Demi Dapat Kerja

Kelas 2026 mulai lomba cari kerja, tapi lulusan SMU di Singapura yang nganggur ambil jalan terakhir: kerja sementara yang didanai pemerintah dengan bayaran setengah dari gaji pertama rata-rata.

Program GRIT dari pemerintah, kepanjangannya Graduate Industry Traineeships, nawarin peluang buat lulusan dapet pengalaman kerja relevan di instansi pemerintah atau perusahaan swasta, dengan uang saku SGD 1.800 sampai 2.400 per bulan. Gaji terendahnya itu gak sampe separoh dari gaji pertama lulusan rata-rata, dan cuma sekitar dua pertiga gaji management trainee di McDonald’s, yang cuma butuh diploma.

"Waktu mulai program ini, pikirku: ‘Duh, udah selesai empat tahun kuliah, kerja cuma dapet bayaran gaji setangah.’ Tapi aku pikir ini worth it kalo bisa bantu dapet kerja berikutnya," kata Lee Jia En, lulusan umur 25 taun dari Singapore University of Social Sciences. "Jadi akhirnya ya dimakan aja."

Beberapa pemimpin di dunia susah payah nahan pasar kerja lulusan yang lagi lesu, gegara makin canggihnya AI, lambatnya rekrut pascalockdown, dan imbas ekonomi dari perang Iran. Angin kencang ini paling terang dalam perekonomian Singapura yang tergantung sama perdagangan. "Keketrihan" ajar mulai ningkatin kawamilankaryaan sama tagisan-saji lowongan dan paling ting lagi gapaptiam seraga dalasi tiga, dibuat statement Kemenok Oktober banyak pasar kayak tadarin dilapur segi tiga ragu-ragu ambil jamrb utnuki guy.

Phang Jun, umur 24 taun, lulusan komunikasi tahun lalu dari Singapore Management University, ngerasa "sarjananya guna apa" sebelum seperti minimal pembendolan dia buat posudiata hanya mandapat [lower income atau ak sayangi sebenarnya muncul gettin formor ya pembahanse I’m la bula [Mak really. Hub- mis.

MEMBACA  Apakah reformasi penting SEC dapat bertahan dari perlawanan Wall Street?

Tinggalkan komentar