Lembaga McKinsey Global Institute: Perencanaan Iklim Lebih Fokus pada Banjir, Padahal Gelombang Panas Butuh Perhatian Sama Besar

Musim panas di belahan utara bumi tahun ini dimulai dengan sangat panas. Eropa mengalami suhu pecah rekor, sementara Amerika Serikat diliputi “kubah panas”. Banyak negara melaporkan kematian karena panas, jalanan di Jerman meleleh, dan perusahaan listrik di AS meminta pelanggan untuk menaikkan suhu AC serta menambah tim untuk mengatasi pemadaman listrik karena permintaan pendingin yang melonjak.

Ini membuat perhatian dunia tertuju pada dampak panas terhadap kesehatan, infrastruktur, dan produktivitas ekonomi, serta cara terbaik mengatasinya. Itu hal yang bagus. Dulu, pembicaraan tentang adaptasi sering fokus pada banjir bandang, tapi laporan McKinsey Global Institute baru-baru ini menemukan bahwa panas kemungkinan akan mempengaruhi jauh lebih banyak orang dan memakan biaya adaptasi yang lebih besar.

Meskipun AC sering jadi bahan pembicaraan akhir-akhir ini, alat adaptasi panas sebenarnya lebih luas. Mulai dari kipas angin dan tempat penampungan dingin, hingga desain bangunan yang lebih baik, atap yang memantulkan panas, pepohonan kota, serta ramalan cuaca dan sistem peringatan dini. Perlu diingat, efektivitas beberapa cara ini terbatas dan tidak bisa melindungi dari semua dampak panas. Namun, investasi di adaptasi panas bisa sangat menguntungkan. Setiap dolar yang diinvestasikan untuk perlindungan panas sekarang bisa menghindari kerusakan sebesar $3 hingga $5.

Tentu, adaptasi diperlukan untuk lebih dari sekadar panas. Analisis dari empat bahaya (panas, kekeringan, kebakaran hutan, dan banjir) bersama 20 langkah adaptasi menunjukkan bahwa belanja adaptasi global saat ini sekitar $190 miliar per tahun melindungi 1,2 miliar orang, meninggalkan sekitar tiga miliar orang dengan perlindungan yang terbatas. Misalnya, hanya 18% orang di daerah rawan panas yang punya akses ke AC. Untuk melindungi semua 4,1 miliar orang yang terpapar bahaya ini, biayanya mencapai $540 miliar per tahun, sekitar tiga kali lipat belanja saat ini.

MEMBACA  Gangguan Microsoft 365, Teams, Outlook, dan Azure pada 9 Oktober: Penjelasannya

Pada pemanasan global 2°C (yang diperkirakan tercapai tahun 2050 jika emisi terus seperti sekarang), 2,2 miliar orang tambahan mungkin akan terpapar tekanan panas. Jumlah ini jauh lebih besar dibanding kenaikan paparan kekeringan atau banjir. Melindungi semua orang dari semua bahaya akan membutuhkan sekitar $1,2 triliun per tahun, dan hampir tiga perlima dari biaya itu akan digunakan untuk adaptasi panas saja.

Mengelola risiko iklim makin menjadi prioritas bagi bisnis karena dampak yang lebih parah memengaruhi tenaga kerja, rantai pasok, dan fasilitas mereka. Analisis kami menyebutkan bahwa lebih dari setengah total biaya adaptasi pada suhu 2°C akan ditanggung oleh sektor swasta, termasuk individu dan perusahaan.

Tidak ada bisnis yang membuat keputusan adaptasi sendirian. Bisnis di kota yang punya rencana aksi panas, standar bangunan tahan lama, atau tempat penampungan dingin pemerintah akan menghadapi perhitungan yang berbeda dengan yang tidak punya. Tapi perusahaan juga bisa main peran langsung. Investasi di AC dan tempat penampungan sementara melindungi nyawa saat panas dan lembap menyengat, serta menjaga hasil produksi di pabrik, gudang, dan kantor. Dipandang seperti ini, adaptasi bukan hanya manajemen risiko, tapi keharusan strategis dan operasional.

Kabar baiknya, banyak perusahan sudah melakukan aksi adaptasi tanpa menyebutnya begitu. Mereka mendesain fasilitas tahan cuaca ekstrem, menambah stok barang supaya rantai pasok tidak terganggu, dan memasang cadangan listrik agar tetap beroperasi saat badai.

Namun, adaptasi perusahaan saat ini sering hanya terfokus pada operasi langsung, bukan rantai pasok, jaringan distribusi, atau komunitas tempat mereka beroperasi. Strategi ini juga jarang dirancang untuk semua bahaya, jarang diperbarui jika risiko buruk, atau dimasukkan ke perencanaan modal jangka panjang. Jika dilakukan serius, adaptasi bisa melindungi aset, mengurangi biaya asuransi, memperkuat ketahanan merek dan mencipatakan keunggulan kompetitif.

MEMBACA  Kementerian akan memanggil RSCM terkait 60 kasus kegagalan ginjal pada anak

Perusahaan yang memilih beraksi punya banyak pilihan. Pertama, langsung lindungi aset dengan pertahanan di tempat seperti sistem pendingin tambahan, sekat api, atau pembangkit listrik kecil (microgrid). Atau dengan pilih lokasi aset baru di tempat berisiko rendah. Contohnya, perusahaan telekomunikasi meninggikan peralatan di atas garis banjir dan memberi cadangan baterai di seluler agar bisa beroperasi saat badai.

Kedua, perusahaan bisa lihat ke luar operasinya dan memperkuat ketahanan di rantai pasok, jaringan distribusi, pelanggan, serta komunitas. Contohnya seperti mendanai pusat pendingin komunitas, mendukung pemulihan ekosistem, atau membantu petani kecil di rantai pasok beralih ke diversivikasi tanaman dan penyimpanan air hujan supaya tahan kekeringan.

Ketiga, adaptasi juga bisa ciptakan peluang bisnis. Perusaahaan yang ahli di infrastruktur tangguh, teknologi adaptasi atau pembiayaan inovatif bisa menghasilkan nilain sambil bantu menekan biaya adaptasi. Contohnya, penyedia atap dan tahan air, atau pakaian yang melindungi dari panas akan untung karena permintaan makin naik.

Dunia masih kekurangan investasi akhir ini untuk adaptasi panas dan ketangguhan iklim studi netra luas. Perusahaatan menang dalam dari berkontrib kontras lain stans karena cerita terungg

Tinggalkan komentar