Kenali Zohran Mamdani, 33 Tahun: Dari Konselor Pencegahan Penyitaan Rumah hingga Calon Utama Wali Kota NYC dengan Kampanye Pembekuan Sewa

Waktu dia umumkan mau jadi walikota bulan Oktober lalu, Zohran Mamdani masih anggota DPRD yang gak dikenal banyak orang di New York.

Selasa kemarin, di usia 33 tahun, dia bikin kejutan besar dengan menang pemilihan pendahuluan Demokrat setelah mantan Gubernur Andrew Cuomo nyerah.

Hasil resmi masih harus nunggu hitungan suara tanggal 1 Juli. Tapi ini profil calon walikota yang bisa jadi Muslim dan keturunan India pertama di New York, serta yang termuda dalam puluhan tahun.

Ibunya sutradara terkenal

Mamdani lahir di Kampala, Uganda, dari orang tua India. Dia dapet kewarganegaraan AS tahun 2018 setelah lulus kuliah.

Dia sempet tinggal di Cape Town, Afrika Selatan, sebelum pindah ke New York umur 7 tahun.

Ibunya, Mira Nair, sutradara pemenang penghargaan yang bikin film kayak “Monsoon Wedding” dan “The Namesake”. Ayahnya, Mahmood Mamdani, profesor antropologi di Columbia University.

Awal tahun ini, dia nikah sama Rama Duwaji, artis keturunan Suriah-Amerika. Mereka ketemu lewat aplikasi kencan Hinge dan sekarang tinggal di Astoria, Queens.

Dulu pernah jadi rapper

Mamdani sekolah di Bronx High School of Science, tempat dia bikin tim kriket pertama di sekolah negeri itu.

Lulus tahun 2014 dari Bowdoin College di Maine dengan jurusan studi Afrika. Dia juga bikin kelompok mahasiswa pendukung Palestina.

Abis lulus, dia kerja sebagai konsultan pencegahan penggusuran di Queens. Pengalaman ini yang bikin dia tertarik terjun ke politik.

Dia juga sempet jadi rapper dengan nama Young Cardamom. Lagu dia tahun 2019, “Nani”, jadi populer lagi waktu kampanye walikota. Tapi lirik lagu-lagu lain nya sempet diprotes karena dianggap terlalu ekstrim.

Karier politik awal

Mamdani mulai kerja di kampanye calon Demokrat di Queens dan Brooklyn sebelum terpilih jadi anggota DPRD New York tahun 2020.

MEMBACA  Setelah mendapat kritik, Trump menarik posting media sosial dengan referensi ke 'Reich bersatu' Oleh Reuters

Sebagai anggota Demokrat Sosialis, prestasi terbesarnya adalah program percobaan bus gratis selama setahun. Dia juga usul larangan untuk organisasi non-profit yang mendukung pemukiman Israel.

Lawan-lawan politiknya, terutama Cuomo, bilang dia belum cukup pengalaman buat ngurus kota besar kayak New York. Tapi Mamdani bilang justru itu keunggulan, karena dia gak punya “pengalaman korupsi dan skandal”.

Video kampanye kreatif

Mamdani sering bikin video kampanye unik dengan gaya Bollywood buat menarik perhatian pemilih.

Di hari tahun baru, dia nyebur ke air dingin di Coney Island pakai jas lengkap buat promosikan rencana bekuin harga sewa.

Dia juga jalan kaki sepanjang Manhattan (21 kilometer) sambil rekam interaksi sama warga. Di TikTok, dia bahkan pidato pakai bahasa Spanyol, Bangla, dan bahasa lain buat menarik pemilih minoritas.

Janji-janji progresif

Berbeda dengan lawan-lawan yang fokus ke isu keamanan, Mamdani nawarin visi optimis dengan janji kayak:

– Perawatan anak gratis
– Bus gratis
– Pembekuan harga sewa
– Perumahan terjangkau

Semua ini mau dibiayai dari naikin pajak orang kaya. Gagasan ini bikin dia dapet dukungan dari politisi progresif ternama kayak Alexandria Ocasio-Cortez dan Bernie Sanders.

Dukungan untuk Palestina

Pendukungannya buat Palestina sempet jadi kontroversi. Dia sebut serangan Israel di Gaza sebagai “genosida” dan ingin Israel jadi negara yang setara buat semua warga, bukan cuma buat Yahudi.

Tapi di wawancara TV, dia tetep akui hak Israel untuk exist asalkan patuh hukum internasional.

Beberapa ucapannya sempet dikritik kelompok Yahudi. Tapi dalam pidato kemenangan, dia janji bakal bekerja sama dengan siapapun meski beda pendapat.