JPMorgan Berencana Menagih Fintech untuk Data Pelanggan, Lapor Bloomberg News

(Reuters) – JPMorgan Chase berencana nerapkan biaya untuk perusahaan fintech yang akses data rekening nasabahnya, menurut laporan Bloomberg News hari Jumat, mengutip sumber yang tau masalah ini.

Bank terbesar di AS itu udah kirim daftar harga ke aggregator data – perantara yang hubungin bank dengan platform fintech – jelasin biaya baru yang bisa beda tergantung pemakaian, dengan perusahaan fokus pembayaran kena biaya lebih tinggi, kata laporan itu.

“Kami udah investasi banyak buat bikin sistem aman dan berharga yang lindungi data nasabah,” kata juru bicara JPMorgan Chase.

“Kami udah ngobrol produktif dan kerja sama dengan seluruh ekosistem buat pastikan kita semua investasi di infrastruktur yang jaga keamanan nasabah.”

Langkah ini bisa ganggu model bisnis aplikasi pembayaran, yang andalkan akses gratis ke data finansial pelanggan buat proses transaksi.

Saham PayPal turun 6,3%, Block turun 5,6%, sementara Visa dan Mastercard anjlok 2,82% dan 2,9%.

Biaya baru ini rencananya berlaku akhir tahun ini tapi masih bisa dirundingkan, kata laporan Bloomberg News.

Bank-bank besar AS sedang dorong regulasi lebih ringan di bawah pemerintahan Donald Trump yang lawan aturan era Biden soal persyaratan modal lebih ketat.

(Laporan oleh Prakhar Srivastava di Bengaluru; Disunting oleh Pooja Desai)

MEMBACA  Harga Saham Verizon: Perkiraan dan Rating Analis