Teheran memperingatkan AS dan Israel untuk tidak campur tangan soal protes di seluruh Iran. Pemerintah juga berusaha menenangkan warganya. Demonstrasi sudah memasuki minggu ketiga dan korban jiwa terus bertambah.
Sabtu malam adalah malam ketiga demo besar-besaran. Aksi ini ikuti seruan Reza Pahlavi, anak mantan syah Iran yang diasingkan, untuk menduduki pusat kota dan melakukan mogok kerja. Sejak kerusuhan dimulai pada 28 Desember, Donald Trump berulang kali memperingatkan rezim Iran agar tidak menembak demonstran. Presiden AS itu dikabarkan telah mendapat briefing soal opsi serangan militer.
Kelompok Iran Human Rights yang berbasis di Oslo mengatakan pada Minggu mereka telah konfirmasi sedikitnya 192 pengunjuk rasa tewas, termasuk sembilan orang di bawah 18 tahun. Lembaga lain, Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS, menyebut korban tewas terkait kerusuhan mencapai 116 orang. Kebanyakan ditembak dengan peluru tajam atau senapan angin.
Pada Minggu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara lebih lunak dalam wawancara TV pemerintah. Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban “dampak tragis” kerusuhan.
“Protes kalian harus didengar, dan kami harus tangani kekhawatiran kalian. Mari kita duduk bersama, bergandengan tangan, selesaikan masalah,” katanya, tanpa memberi rincian lebih lanjut. “Saya janji kepada rakyat tercinta, mungkin sembilan puluh persennya punya keresahan, bahwa kami akan urus kekhawatiran mereka. Kita akan lewati krisis ini.”
Meski begitu, Pezeshkian tuduh AS dan Israel bawa “teroris dari luar negeri.” Dia klaim mereka telah bakar masjid dan pasar, “penggal beberapa orang dan bakar yang lain hidup-hidup.” Pejabat lain bersikap lebih keras.
“Jika ada serangan militer AS, baik wilayah pendudukan maupun pusat militer dan pelayaran AS akan jadi target sah bagi kami,” kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam siaran televisi pemerintah akhir pekan lalu.
Dia ulang peringatan bahwa Iran bisa bertindak lebih dulu hadapi ancaman. “Dalam kerangka pertahanan diri yang sah, kami tidak batasi diri hanya untuk merespons setelah diserang,” ujarnya.
Pejabat Gedung Putih konfirmasi bahwa Trump telah dapat briefing soal berbagai opsi serangan militer ke Iran, termasuk target non-militer. Menurut pejabat itu, Presiden AS serius pertimbangkan untuk izinkan serangan.
Radio Angkatan Darat Israel laporkan pada Minggu bahwa pihak keamanan Israel anggap kecil kemungkinan Iran akan serang Israel saat ini. “Tidak terlihat kesiapan langsung dari Iran — mereka lebih fokus pada urusan dalam negeri,” katanya, mengutip pejabat pertahanan yang tidak disebut namanya.
Rekaman dari kota-kota Iran menunjukkan ratusan ribu orang, termasuk banyak lansia, langgar peringatan keras pemerintah untuk tidak turun ke jalan. Mereka demo meskipun ada pemadaman internet nasional dan pembatasan telekomunikasi parah yang blokir panggilan dan SMS sejak Kamis.
Kelompok pemantau internet NetBlocks posting di X pada Minggu dini hari bahwa konektivitas internet di Iran “terus rata-rata di sekitar 1% dari level normal.”
Meski begitu, beberapa video di media sosial, dikabarkan dari sebuah gudang di Teheran selatan, tunjukkan orang-orang telusuri puluhan mayat dalam kantong jenazah. Mayat-mayat itu berbaris di tanah dan di tandu. Tangisan terdengar saat orang-orang membungkuk di atas kantong, coba identifikasi orang yang mereka cintai.
Video yang diterbitkan IRIB News milik pemerintah pada Minggu sore tampak perlihatkan adegan dari gudang yang sama — ini salah satu kali pertama media resmi tampilkan skala korban jiwa. Dalam video, seorang reporter sebut tempat itu sebagai kompleks organisasi forensik negara di Teheran, dengan puluhan tubuh di dalam fasilitas besar. Di luar, puluhan orang terlihat berkumpul di sekitar ambulans dan belakang yang tampaknya truk berpendingin, mencari kerabat mereka.
Protes pecah bulan lalu di kalangan pedagang di Teheran karena kondisi ekonomi dan hidup yang memburuk. Tapi aksi ini kemudian tumbuh jadi demonstrasi anti-rezim terbesar sejak 2022, saat kematian Mahsa Amini di tahanan picu kemarahan nasional dan protes massal.
Video lain, dikabarkan dari barat Teheran pada Sabtu malam, tunjukkan ribuan pengunjuk rasa memadati jalanan. Mereka kibarkan cahaya lampu ponsel dalam gelap karena lampu kota padam, sambil bersiul dan teriak “Matilah sang diktator.” Sebuah truk terlihat terbakar di Mashhad. Rekaman dari Minggu pagi tunjukkan gedung administrasi pajak negara habis terbakar semalam di Teheran timur. Bloomberg tidak bisa verifikasi independen rekaman-rekaman ini.
Dalam postingan X pada Minggu, Pahlavi desak pengunjuk rasa lanjutkan demonstrasi selama akhir pekan. Dia sebut Trump sebagai “pemimpin dunia bebas” yang amati kerusuhan dan “siap bantu kalian.”
Pada Sabtu malam, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tuduh AS dan Israel picu kerusuhan kekerasan. Dia peringatkan terhadap tindakan apa pun yang ditujukan pada Teheran.
“Satu-satunya hal ‘khayalan’ dalam situasi sekarang adalah percaya bahwa si pembakar pada akhirnya tidak akan ikut terbakar,” kata Araghchi.
Selain yang tewas, 2.638 orang lainnya telah ditahan, kata organisasi Human Rights Activists . Beberapa korban tewas termasuk tenaga medis, dan tujuh korbanya di bawah 18 tahun.
Jaksa Agung Iran peringatkan pada Sabtu tentang persidangan cepat dan tuntutan hukuman mati bagi yang ditahan. Peringatan ini sehari setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei katakan aparat keamanan tidak akan toleransi “perusakan” atau “orang yang bertindak sebagai tentara bayaran untuk kekuatan asing.”