Pada 6 Mei, ionQ naikkan prediksi pendapatan tahun mereka, berharap pada permintaan yang mningkat dari klien untuk platform komputasi kuantumnya. Saham perusahaan turun sekitar 6% dalam perdagangan setelah jam pasar. Analis Alex Platt dari D.A. Davidson bilang, “IONQ punya ekspetasi tinggi sebelum laporan ini, apalagi dengan kinerja sahamnya bulan lalu. Kami juga liat masih ada keraguan soal teknologi ini dan jalan yang IONQ pilih dengan trapped ion qubits.” Saham perusahaan naik sekitar 17% tahun ini. IonQ buat sistem komputasi kuantum trapped-ion dan teknologi terkait, menawarkan akses cloud ke perangkat kerasnya yang coba selesaikan masalah rumit di luar kemampuan komputer klasik. Teknologi trapped-ion pakai atom bermuatan yang dikendalikan laser dan medan elektromagnetik dalam ruang hampa. CEO Niccolo de Masi bilang, “Keuntungan bukan fokus utama tahun ini. Kita fokus pada naikin pendapatan dan investasi R&D untuk dukung itu.” Tantangan komputasi kuantum teta yang paling besar adalah qubit, yang sangat cepat tapi susah dikontrol dan umum bikin eror. Sekarang ionQ perkirakan pendapatan tahunan $260 juta hingga $270 juta, naik dari perkiraan sebelumnya, $225 juta hingga $245 juta. Perusahaan laporkan pendapatan kuartal pertama $64.7 juta, lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar $49.7 juta, menurut data dari LSEG.