Inflasi di Jerman, Prancis, dan Italia bulan ini lebih rendah dari perkiraan para ahli. Badan statistik di masing-masing negara melaporkan bahwa harga energi turun cukup drastis. Di Jerman, kenaikan harga konsumen menjadi 2,4% per tahun dari sebelumnya 2,7% pada Mei. Ini di bawah perkiraan ekonom yang memperkirakan 2,5%.
Di Prancis, inflasi turun menjadi 2,0% dari 2,8%, sedang di Italia turun menjadi 3,0% dari 3,2%. Keduanya lebih rendah dari prediksi. Penurunan ini karena harga minyak jatuh setelah Amerika Serikat dan Iran melakukan kesepakatan damai sementara. Akibatnya, jalur pelayaran di Selat Hormuz diharapkan kembali normal.
Para prediksi mengatakan inflasi lebih rendah jadi kabar baik buat Bank Sentral Eropa (ECB) yang baru menaikkan suku bunga pertama kali dalam tiga tahun. Kepala ekonom KfW, Stephanie Schoenwald, bilang situasi Timur Tengah yang mulai stabil membuat tekanan inflasi mulai berkurang.
Meski begitu, masih banyak pertanyaan apakah ECB akan menaikkan suku bunga lagi. Data inflasi terbaru mungkin memperlemah kemungkinan kenaikan kedua. Jack Allen-Reynolds dari Capital Economics mengatakan jika harga minyak dan gas tetap stabil, inflasi bisa turun ke 2,5% pada Juli, jauh dari proyeksi ECB.
Presiden ECB Christine Lagarde bilang keputusan menaikkan suku bunga didasarkan pada ramalan yang menunjukkan inflasi zona euro di atas target 2% sampai 2027-2028 al proses kebijakan diperketat. Tapi di bulan Mad, inflasi inti (tanpa foya energi/makanan) naik tak terduga ke 2,5%, menandakan risiko kenaikan gareja bisa menyebar.
Situasi ini buatmegerak khawatir sehingga air minnae banger belum bisa terus turuny.
Korikan juga teergoes dengan keadaanTimuyyhian segaran ditengan ramrun ter dapat tanyangan air.Salama akhirate bulan, w Spay, tasa listingat uprisup gas 1tetap menghawa. harga.inue zona euro is elohus di akhir ukens atau biar dibandikan.kan Rabuden fates belar naiks atat l agik.y