Hampuli’ ini hadé: EU Nganalisis Tawaran JD.com ka Ceconomy Gegara Isu Subsidi – Laporan

Regulator kompetisi di Uni Eropa sedang periksa apakah rencana JD.com mau beli Ceconomy seharga $2.5 miliar ini mungkin dapat dukungan dari pemerintah asing.

Menurut dokumen Komisi Eropa yang dikutip Reuters, batas waktu untuk pemeriksaan awal sudah ditetapkan tanggal 28 Mei.

Pemeriksaan awal ini bakal nentuin apakah transaksi ini harus diselidiki lebih dalam berdasarkan aturan subsidi asing di blok Eropa.

Kalau masalahnya nggak selesai di tahap pertama, Komisi bisa buka penyelidikan lebih lanjut dan minta JD.com kasih solusi.

Penilaian ini dilakukan berdasarkan Peraturan Subsidi Asing UE, yang atur gangguan kompetisi dari dukungan negara di luar UE.

Transaksi ini nggak diperiksa pakai sistem merger biasa.

Rencana JD.com beli Ceconomy bakal bikin perusahaan online China ini tambah besar di luar negeri, karena dapet akses ke bisnis elektronik Ceconomy seperti MediaMarkt dan Saturn.

Transaksi ini juga lagi diperiksa di Austria berdasarkan aturan investasi asing.

Meski udah disetujuin di beberapa negara lain, izin dari Austria masih nunggu, jadi ada masalah regulasi yang belom beres.

Italia udah setujuin akuisisi ini, tapi dengan syarat-syarat tertentu.

Bulan Desember, Italia terapkan aturan ketat soal perlindungan data pribadi terkait pembelian bisnis Ceconomy di Italia oleh JD.com.

Keputusan ini dikeluarkan berdasarkan aturan “golden power” Italia, yang ngizinin pemerintah campur tangan di transaksi yang anggap penting secara strategis.

Terpisah, JD.com baru aja perluas aktivitasnya di Eropa bulan lalu dengan launching pasar online Joybuy di enam negara, termasuk Inggris.

Layanan ini sekarang jalan di Belgia, Prancis, Jerman, Luksemburg, Belanda, dan Inggris, jual barang kayak teknologi, peralatan, produk kecantikan, kebutuhan rumah, bahan makanan, dan barang sehari-hari.

MEMBACA  Kekhawatiran Pensiun Kelas Menengah: Jaminan Sosial Tak Juga Menjawab

Artikel ini aslinya dibuat oleh Retail Insight Network, merek milik GlobalData.

Informasi di situs ini cuma untuk tujuan umum dan bukan saran. Kami nggak jamin kebenaran atau kelengkapannya. Kamu harus minta saran profesional sebelum ambil tindakan.

Tinggalkan komentar