Seorang hakim federal di Texas memutuskan bahwa ExxonMobil boleh mengajukan gugatan fitnah terhadap jaksa agung California. Ini terkait komentar tentang usaha daur ulang plastik perusahaan itu.
Hakim Distrik AS, Michael J. Truncale, mengatakan Jaksa Agung California Rob Bonta tidak bisa klaim kekebalan resmi untuk beberapa pernyataanya. Pernyataan itu termasuk dalam email kampanye yang dikirim ke penduduk Texas.
Bonta menggugat Exxon pada September 2024. Dia bilang raksasa minyak itu mendorong konsumen beli produk plastik dengan janji produknya akan didaur ulang. Dia katakan kurang dari 5% plastik didaur ulang jadi produk plastik lain, dan proses daur ulang yang dipromosikan Exxon tidak bekerja. Exxon bilang masalahnya ada pada sistem daur ulang California.
Exxon lalu menggugat Bonta secara pribadi dan kelompok lingkungan karena fitnah. Mereka bilang komentar itu merugikan kontrak bisnis mereka saat ini dan masa depan. Gugatan diajukan di Texas, dekat kantor pusat bisnis mereka.
Truncale membatalkan gugatan terhadap kelompok lingkungan, tapi mengizinkannya untuk lanjut terhadap Bonta.
Hakim itu tunjukkan email kampanye Bonta ke penduduk Texas. Email itu bilang cuma 5% yang didaur ulang dan sisanya berakhir di lingkungan dan tubuh kita: “Exxon Mobil tahu, dan Exxon Mobil bohong.” Bonta, yang dari Partai Demokrat, berargumen dia hanya memberi pembaruan pada penerima email tentang aktivitas kantornya.
Tapi Truncale bilang tautan permintaan kontribusi kampanye di email itu mengubah komunikasinya jadi aktivitas kampanye. Aktivitas ini tidak dilindungi kekebalan untuk kapasitas Bonta sebagai jaksa agung.
“Di sini, permintaan kontribusi menunjukkan sifat asli email: promosi kampanye. Berkampanye bukan bagian dari tugas pekerjaan Bonta,” tulis hakim.
Bonta telah mengajukan pemberitahuan banding.
“Jaksa Agung menantikan untuk menuntut kasus ini dengan kuat, dan bangga untuk melanjutkan gugatannya terhadap ExxonMobil,” kata kantor persnya.
ExxonMobil bilang dalam pernyataan bahwa “kampanye kebohongan yang dirancang untuk menggagalkan bisnis daur ulang maju kami harus berhenti.”