Gempuran Balasan Sang Kaisar—Balas Dendam dan Pengalihan Trump Bukanlah Perlindungan Publik

Presiden Trump menggunakan taktik pengalihan untuk menyembunyikan kegagalan dan masalah hukumnya. Dia menyebarkan informasi palsu tentang keamanan publik meskipun tingkat kejahatan sebenarnya turun. Dia menggunakan militer untuk menyerang kota-kota di Amerika sendiri, yang justru membuat masyarakat kurang aman.

Meskipun Trump memecat banyak pejabat non-politik dan menyerang media kritis, dia tidak bisa menyembunyikan bukti. Inflasi naik, ada ancaman perang nuklir dari Korea Utara, kekerasan di Gaza, dan pembunuhan massal oleh Rusia di Ukraina. Juga ada kemarahan publik karena pengurangan dana Medicaid dan bantuan bencana.

Trump mengirim 700 marinir dan 4.000 pasukan Garda Nasional ke Los Angeles, lalu ke Washington DC. Dia juga berencana mengirim pasukan ke kota-kota lain seperti Chicago dan New York, meskipun tingkat kejahatan di kota-kota itu sudah turun. Tindakannya seperti taktik polisi rahasia di Rusia atau China.

Trump sering membuat pengalihan dengan peristiwa besar dan statistik yang salah. Dia pernah membuat klaim palsu tentang Presiden Obama, muslim di New Jersey, dan COVID-19. Dia juga memicu kerusuhan di Capitol AS.

Pada ulang tahunnya yang ke-79, Trump mengadakan parade militer besar dengan tank dan pesawat, yang menghabiskan biaya hingga $45 juta. Tetapi, hanya sedikit warga yang datang, sementara protes “No Kings” diikuti oleh jutaan orang.

Trump mengatakan bahwa Washington DC tidak aman, tetapi data Departemen Kehakiman menunjukkan bahwa kejahatan kekerasan justru turun ke tingkat terendah dalam 30 tahun. Walikota Muriel Bowser menolak tindakan Trump dan menyebutnya sebagai militarisasi yang tidak perlu.

Sekarang Washington DC seperti kota yang dikepung. Pasukan bersenjata mendirikan pos pemeriksaan dan menanyakan status imigrasi. Trump menggunakan undang-undang darurat untuk mengontrol kepolisian DC, tetapi wewenang ini seharusnya hanya sementara.

MEMBACA  Intel menyelidiki game yang crash pada prosesor Core i9 generasi ke-13 dan ke-14

Sebuah penelitian dengan AI menunjukkan bahwa semua pernyataan Trump tentang kejahatan adalah palsu. Data dari penegak hukum menyatakan bahwa tingkat kejahatan justru turun di semua kota. Beberapa gubernur dari Partai Republik, seperti Gubernur Vermont, menolak permintaan Trump untuk mengirim pasukan Garda Nasional.

Reaksi publik terhadap tindakan Trump adalah kemarahan dan ejekan. Jajak pendapat menunjukkan bahwa sebagian besar warga Amerika merasa Trump membuat pemerintah federal lebih buruk. Bisnis di Washington DC turun drastis karena orang-orang takut keluar rumah.

Trump marah dan menyatakan data kejahatan sebagai palsu, lalu meminta penyelidikan kriminal terhadap pengumpul data. Jenderal militer mengkritik tindakannya sebagai stunt politik yang berbahaya.

Para ahli memperingatkan bahwa tentara tidak terlatih untuk menjadi polisi. Tentara dilatih untuk perang, bukan untuk menangani warga yang membutuhkan bantuan atau konflik sehari-hari. Pasukan Garda Nasional juga dipersenjatai dengan pistol yang berisiko tinggi dan tidak semua terlatih dengan baik.

Selain itu, tindakan Trump mengalihkan perhatian dari ancaman terorisme yang nyata. Sumber daya FBI dan ATF dialihkan untuk hal yang tidak perlu, sementara perbatasan AS kekurangan staf.

Ahli kepolisian menekankan bahwa kolaborasi antar lembaga hanya berhasil jika dipimpin oleh polisi setempat. Pendekatan community policing yang melibatkan masyarakat terbukti berhasil menurunkan kejahatan, bukan dengan serangan militer.

Seorang ahli kepemimpinan yang pernah bekerja dengan Trump menyatakan bahwa tujuan Trump bukan keamanan publik, tetapi kekuatan kekaisaran. Dia membandingkan Trump dengan kaisar Romawi kuno yang haus kekuasaan dan pujian.

Seperti kata Benjamin Franklin 270 tahun yang lalu, “Mereka yang mengorbankan kebebasan penting untuk membeli sedikit keamanan sementara, tidak pantas mendapat kebebasan maupun keamanan.”

MEMBACA  Kembali ke Kota Gaza, Sebuah Keluarga Temukan Makam Rata dengan Tanah dan Harapan yang Sirna | Konflik Israel-Palestina

*Pendapat dalam artikel ini adalah pendapat penulis dan tidak mencerminkan pendapat Fortune.*