Gempa! Negeri Jiran Terkejut, Kapal Tanker Jaringan Iran Lenyap di Perairan Mereka

Badan maritim Malaysia bilang, kapal-kapal yang terkait dengan Iran lagi manfaatin "celah yurisdiksi" buat transfer minyak secara kapal-ke-kapal di dekat perairan Malaysia. Mereka tolak tuduhan kalo pihak berwenang diem aja liat praktik ilegal yang bikin Iran hindarin sanksi dari AS.

Menurut kelompok advokasi United Against Nuclear Iran (UANI) sama pengamat pengiriman, perairan dekat Johor selatan Malaysia udah jadi pusat transfer minyak dari "armada bayangan" Iran. Armada ini pake kapal-kapal tua yang sering matiin sistem pelacak, pake identitas palsu, dan struktur kepemilikan yang nggak jelas buat ngumpetin asal minyak yang dikirim ke China.

Wilayah yang disebut Eastern Outer Port Limits (EOPL) ini ada di Laut China Selatan, sekitar 70 kilometer dari Johor. Tempatnya dekat jalur perdagangan laut paling sibuk di dunia, setengah jarak antara Iran dengan China—yang beli 90% minyak Iran.

Sebelumna, pejabat AS ngomong kalo ekspor minyak Iran sangat bergantung sama penyedia jasa dan transfer kapal-ke-kapal di dekat perairan Malaysia.

UANI ngelaporin udah ada 42 kali transfer minyak Iran di area EOPL sejak 28 Februari, pas AS dan Israel nyerang Iran dan mulai perang di Timur Tengah. UANI pake citra satelit buat ngawasin operasi ini.

"Karena Malaysia nggak bertindak, mereka bantu Iran, China sama operator kapal gelap jalanin model bisnis ini," kata Charlie Brown, penasihat senior UANI. Dia bilang Malaysia jadi "fasilitator, bukan cuma tempat transit" kegiatan ilegal.

Kepala Badan Penegak Hukum Maritim Malaysia, Mohamad Rosli Abdullah, bilang transfer seringkali terjadi di luar wilayah perairan Malaysia dan di daerah terpencil nggak terdeteksi radar, apalagi di deket batas maritim atau jalur pelayaran internasional.

MEMBACA  Manusia Akan Pergi ke Kutub Selatan Bulan. Begini Cara Mereka Akan Mengemudi ke Sana

"Pilih tempat kayak gitu sengaja buat manfaatin celah hukum sama batasin tindakan penegakan dari otoritas lokal," katanya ke AP.

Tuduhan UANI "nggak sesuai sama situasi di lapangan dan realitas operasi kami," kata dia. Kurangnya intelijen waktu nyata antar lembaga dalam dan luar negeri juga halangi penindakan efektif.

Minyak Iran tetap ngair walau ada blokade AS

Transfer gelap dari kapal Iran udah terjadi bertahun-tahun, bikin Tehran bisa jual minyak dan pembeli bisa bilang nggak tau asal mulanya.

Transfer ini nggak ilegal, tapi Malaysia larang kegiatan di luar area resmi yang diawasi. Soalnya nambah resiko tumpahan, pake kapal tua, dan jauh dari pelabuhan kalo ada kecelakaan.

Meski ada blokade AS mulai April, UANI liat kapal Iran tetap beroperasi walau nggak yakin berapa yang bisa lolos.

Kedutaan Iran di Malaysia sama Departemen Luar Negeri AS belum respon komentar.

Sekian, setidaknya ada dua lusin kapal milik Iran yang dipantau UANI lagi nangkring atau lojiter di dekat EOPL, walaupun nggak tau kapal mana yang berlayar sebelum blokade.

"Ini biasa aja," kata Brown dari UANI.

UANI merasa pemerintah Malaysia bisa ngelarin peraturan lingkungan buat notifikasi transfer minyak, larang perusahaan Malaysia dukung kapal terkait, dan mewajibkan semua kapal punya asuransi tumpahan.

Kepala MMEA ngeyel bilang penegakan hukum sesuai kok punya Malaysia dan pasar laut dunia.

Indonesia nilau lahan transfer dilajan ganas [typrint intended]

Meskipun tempat transfer dianggap masuk zone samodraya Malaysia, letakna dekat sma Malaysia antara pulau resmi babaturan nyaaa ee apa langah Jakarta mnae, yani ini…

Lorem guraugem

Tinggalkan komentar