iPhone Air baru dari Apple adalah desain paling berani mereka dalam bertahun-tahun, dengan ketebalan hanya 5.6mm. Tetapi, pembeli harus tau tentang beberapa kompromi yang dibuat. Meski punya chip A19 Pro yang kuat dan harga mulai $999, iPhone Air punya beberapa kekurangan untuk jadi sangat tipis.
Kamera adalah pengorbanan terbesar
Kompromi terbesar ada di sistem kamera. Model iPhone 17 lain punya banyak kamera belakang, tapi iPhone Air cuma punya satu kamera "Fusion" 48MP. Ini berarti tidak ada kamera ultra-wide seperti di iPhone 17 biasa, yang bagus untuk foto pemandangan luas dan foto makro.
Tidak ada lensa ultra-wide artinya pengguna tidak bisa ambil foto 0.5x, fitur yang sudah standar di iPhone baru. Kemampuan zoom juga terbatas sampai 2x, sedangkan iPhone 17 Pro bisa sampai 8x.
Untuk rekaman video, iPhone Air tidak punya mode sinematik, rekaman ProRes, dan fitur video profesional lain yang ada di model Pro. Ia bisa rekam video 4K Dolby Vision, tapi hanya sampai 60fps, bukan 120fps seperti model Pro.
Baterai yang lebih pendek
Apple klaim baterainya tahan seharian, tapi baterai 3,149 mAh di iPhone Air hanya bisa untuk putar video selama 27 jam. iPhone 17 biasa bisa 30 jam, dan model Pro bisa 33-39 jam.
Apple juga jual baterai MagSafe khusus seharga $99 untuk iPhone Air, yang menunjukkan mereka akui masalah baterai ini. Aksesori ini bisa tambah waktu pakai sampai 40 jam, tapi membuatnya jadi lebih tebal dan tentu saja lebih mahal.
Masalah performa dan panas
iPhone Air punya chip A19 Pro, tapi GPU-nya hanya 5-core, bukan 6-core seperti di Pro. Yang lebih mengkhawatirkan adalah masalah panas. Air tidak punya sistem pendingin uap seperti di model Pro, yang mungkin menyebabkan performa turun saat dipakai untuk tugas berat.
Apple diam soal cara mengatasi panas di iPhone Air, tidak seperti untuk model Pro. Ini bisa berarti ponsel ini mudah panas atau lambat, terutama karena desainnya yang sangat tipis.
Keterbatasan desain fisik
Karena ingin sangat tipis, ada kompromi lain. iPhone Air hanya pakai eSIM di seluruh dunia, tidak ada slot untuk kartu SIM fisik. Ini mungkin menyulitkan untuk yang suka travel atau tinggal di daerah yang belum banyak dukungan eSIM.
Perangkat ini juga cuma punya satu speaker di bagian atas, tidak ada speaker di bagian bawah seperti model iPhone lain. Ini bisa pengaruhi kualitas suara untuk nonton video atau telpon pakai speaker.
Siapa yang harus pertimbangkan iPhone Air?
iPhone Air cocok untuk yang suka estetika dan portabilitas di atas fitur lengkap. Bobotnya hanya 165 gram, jauh lebih ringan dari iPhone 17 Pro yang 206 gram. Tapi, pembeli harus pikir baik-baik apakah keindahannya sepadan dengan kurangnya fitur kamera, baterai, dan masalah panas.
Untuk yang suka fotografi atau butuh kamera ultra-wide dan zoom panjang, model iPhone 17 atau Pro lebih baik, meski lebih tebal. Sistem kamera tunggal di Air adalah langkah mundur untuk ponsel flagship modern.
iPhone Air akan rilis Jumat depan, tanggal 19 September. Pemesanan mulai Jumat ini, tanggal 12 September. Calon pembeli harus pertimbangkan daya tarik visualnya dengan keterbatasan fungsional ini.