Harga emas (GCG26) di tengah minggu ini lebih tinggi, tapi turun dari rekor tertinggi semalam di angka $4.891,10 untuk kontrak berjangka Februari Comex.
Emas sedikit turun setelah Presiden Donald Trump dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, mengatakan dia tidak akan pakai kekuatan militer untuk dapatkan Greenland. Ini mengurangi rasa takut di pasar, karena beberapa minggu lalu Trump sempat bilang tidak menutup kemungkinan pakai kekuatan militer untuk ambil Greenland.
Harga emas dan perak minggu ini terus mencetak rekor baru karena krisis Greenland dan masalah utang pemerintah Jepang mendorong permintaan aset aman. Kontrak berjangka perak Maret (SIH26) pada Selasa mencapai puncak baru di $95,78 per ons.
Lingkungan geopolitik yang sangat aktif dan tidak pasti saat ini mendorong permintaan emas dan perak yang sangat besar. Situasi ini kecil kemungkinan berubah dalam waktu dekat. Saya lihat ada tiga faktor lain yang akan terus mendorong permintaan emas dan perak.
Pertama adalah persaingan yang makin ketat antara AS dan China untuk dominasi dunia — baik secara ekonomi maupun militer. AS ingin dapatkan Greenland, yang sepertinya membuka peluang bagi China untuk lebih aktif mengontrol Taiwan. AS juga lebih agresif dalam kebijakan luar negerinya, seperti yang terlihat dari penangkapan presiden Venezuela oleh militer AS dan pemboman instalasi nuklir utama Iran. Saya rasa China berpikir mereka harus menyaingi AS dengan kebijakan luar negeri yang lebih agresif juga. Jika ini terjadi, bisa berujung pada konfrontasi militer antara AS dan China.
Faktor lain yang akan terus dorong permintaan emas dan perak adalah dorongan ekonomi global besar untuk menimbun mineral tanah jarang, yang juga meningkatkan permintaan untuk emas dan perak. Laporan dari Bloomberg hari ini bilang permintaan ekstrem dari investor ritel untuk perak menyebabkan kekurangan pasokan di seluruh dunia.
Faktor terakhir yang positif untuk emas dan perak adalah langkah oleh Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS) untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS ($DXY) dalam perdagangan. “De-dolarisasi” ini artinya bank sentral utama membeli lebih banyak emas untuk cadangan negara mereka.
Sekarang sepertinya sudah pasti emas akan mencapai $5.000,00 per ons — dan lebih cepat dari yang diperkirakan. Musim panas lalu saja, emas masih diperdagangkan sekitar $3.400,00. Saya pernah bilang bahwa dari sisi waktu, kenaikan harga emas dan perak sudah matang dan mungkin berada di tahap akhir. Tapi tahap akhir dari kenaikan pasar ini justru bisa menghasilkan lonjakan harga terbesar, seperti yang kita lihat sekarang.
Pasar emas dan perak pada suatu saat akan beralih dari siklus booming ke siklus bust (jatuh). Sejarah harga membuktikan ini. Namun, harga dasar saat bust terjadi nanti akan jauh lebih tinggi. Perkiraan saya untuk harga dasar baru saat perak bust adalah $50 sampai $60. Untuk emas, perkiraan harga dasar barunya adalah $3.000,00 sampai $3.500,00.
Bagaimana pendapat Anda? Saya senang mendapatkan masukan dari Anda, pembaca Barchart yang saya hargai.
Pada tanggal publikasi, Jim Wyckoff tidak memiliki (baik langsung maupun tidak langsung) posisi dalam sekuritas yang disebutkan di artikel ini. Semua informasi dan data dalam artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Artikel ini pertama kali diterbitkan di Barchart.com