Daymond John dari Shark Tank Ungkap Pelajaran dari Rapper Ice-T: Berhenti Cari Jalan Pintas karena “Waktu yang Kau Hemat Hari Ini Menjadi Tembok yang Kau Hadapi Esok”

Daymond John tidak menjadi bintang Shark Tank yang kekayaanya $350 juta dengan bermain aman—atau dengan cari jalan pintas. Pendiri FUBU ini dulunya jual mobil bekas dan kerja sebagai pelayan di Red Lobster, sampai akhirnya dia mendanai kesuksesan seperti Bombas, salah satu investasi paling sukses di acara itu. Dia bilang, ada satu mantra dari Ice‑T tentang jalan pintas yang diam-diam membimbing setiap langkahnya.

"Ini kenyataannya: Kalau kamu terus cari jalan pintas… yang terjadi cuma kamu berputar-putar di tempat," tulis John di X pekan lalu. "Setiap jalan pintas yang kamu ambil bikin masalah yang akhirnya harus kamu perbaiki juga. Waktu yang kamu kira hemat hari ini, jadi halangan besar besok. Kemajuan sejati datang dari menyelesaikan semua tahapannya."

"Karena Ice-T bagi ini ke saya, saya bagi ke kamu: ‘Mencari jalan pintas tidak bikin kamu maju. Itu cuma bikin kamu berputar-putar.’"

Mendukung timnya sendiri adalah salah satu cara John menerapkan pelajaran itu.
"Bisnis cuma bisa dijalankan dengan dua cara: kurangi biaya atau tingkatkan penjualan," katanya di tahun 2024. "Mengurangi pelatihan untuk tim bukanlah caranya. Investasi di timmu adalah salah satu ROI terbesar yang bisa kamu buat."

Resiko untuk orang yang coba terburu-buru bisa tinggi: Cuma sepertiga usaha kecil yang bertahan lebih dari satu dekade, menurut data Departemen Tenaga Kerja AS.

Menurut Daymond John, Keseimbangan Kerja-Hidup Tidak Ada—dan Mark Cuban Serta Barack Obama Setuju

John juga blak-blakan soal tingkat komitmen yang dibutuhkan untuk mengalahkan kemungkinan itu. Dia berpendapat bahwa konsep tradisional work-life balance tidak selalu cocok dengan tuntutan membangun perusahaan atau karier yang sukses.

"Tidak ada yang namanya keseimbangan kerja-hidup," kata John.

MEMBACA  Saham Stabil Seiring Proyeksi Terbaru Fed yang Mengisyaratkan Stagflasi

Alih-alih, dia menyarankan untuk fokus pada waktu yang diatur dengan hati-hati dan mencari apa yang dia sebut "harmoni kerja-hidup."

"Saran terbesar saya untuk kalian semua dalam mencapai harmoni kerja-hidup adalah jadwalkan seluruh harimu," tambahnya. "Tanya diri sendiri, apa yang akan kamu dedikasikan untuk waktumu dan bagaimana caramu mencuri waktu untuk hal lain."

Bagi John, itu bisa berarti menggabung waktu pribadi dengan produktivitas. Misalnya, saat dia jalan kaki untuk olahraga, dia sambil menerima telepon. Daripada makan di restoran, dia sering makan di rumah agar bisa cepat kembali bekerja.

Dia bukan satu-satunya pemimpin bisnis yang memperingatkan bahwa untuk maju sering butuh fokus yang melampaui jam kerja biasa 9-to-5.

Rekannya sesama bintang Shark Tank, Mark Cuban, pernah berkata bahwa orang yang ambisius tidak boleh kehilangan fokus pada tujuan mereka.

"Kalau mau kerja jam sembilan sampai lima, kamu bisa punya keseimbangan kerja-hidup," kata Cuban ke Sports Illustrated tahun lalu. "Tapi kalau kamu ingin menguasai permainan, apapun permainanmu, ingat ada orang di luar sana yang kerja 24 jam sehari untuk mengalahkanmu."

Bahkan mantan Presiden Barack Obama mengakui bahwa fokus yang intens sering jadi bagian dari pencapaian yang luar biasa.

"Kalau kamu ingin jadi hebat dalam apapun—olahraga, musik, bisnis, politik—akan ada masa dalam hidupmu di mana kamu tidak seimbang, di mana kamu hanya bekerja dan punya satu tujuan," katanya di The Pivot Podcast.

Jalan 3 Langkah Daymond John dari Shark Tank Menuju Kekayaan

Pada akhirnya, membangun kekayaan tidak harus dimulai dengan warisan besar—mereka yang berasal dari latar belakang sederhana hanya perlu membuat keputusan keuangan kecil yang disiplin, menurut John.

MEMBACA  Perjalanan Vidi Aldiano Melawan Kanker Ginjal: Fakta-Fakta Penting yang Perlu Diketahui

Aturan praktisnya dimulai dengan membagi setiap dolar ke dalam tiga kelompok.

"Kalau kamu punya $3, $3 juta, atau $3 triliun, dolar pertama untuk hal yang harus kamu bayar," kata John sebelumnya kepada Fortune dalam sebuah wawancara. Ini termasuk pengeluaran hidup wajib seperti sewa, tagihan medis, listrik, dan utang atau cicilan.

Dolar kedua—atau juta atau triliun kedua—harus diinvestasikan, tapi itu tidak berarti harus di pasar saham saja.

"Investasi bisa ke buku, ke bisnis, atau ke pasar publik," tambah John.

Dolar ketiga, atau sisa apa pun yang ada, bisa digunakan untuk kesenangan.

"Beli apa yang kamu inginkan, tapi tidak harus dimiliki," kata John. "Dan kalau kamu tidak menginginkannya, masukkan kembali ke nomor dua. Selama bertahun-tahun, kelompok nomor dua akan mulai mengalir ke kelompok nomor tiga dan nomor satu. Begitulah cara sederhana melihatnya."

Tinggalkan komentar