VanEck, perusahaan yang mengelola VanEck Semiconductor ETF (SMH) senilai $74 miliar, baru saja meluncurkan versi China dari produk terkenalnya minggu lalu. SMH adalah ETF semikonduktor terbesar di pasar.
VanEck China Semiconductor ETF (SMHC) ini mengikuti indeks MarketVector China Semiconductor 25, yang berisi 25 perusahaan semikonduktor terbesar di China. Biaya pengelolaannya sebesar 0,65%. ETF ini langsung mendapat perhatian, dengan perdagangan 2,8 juta saham pada hari Senin.
Ide di balik dana ini terlihat menarik. China, seperti Amerika Serikat, sedang banyak berinvestasi di kecerdasan buatan (AI), dan semikonduktor adalah pusat dari semua itu. Awal bulan ini, diberitakan bahwa Beijing bersiap menghabiskan sekitar 2 triliun yuan (sekitar $295 miliar) selama lima tahun untuk program infrastruktur AI nasional yang dikelola negara.
Jumlah itu belum termasuk pengeluaran perusahaan swasta China seperti Alibaba dan Tencent, yang juga sudah agresif berinvestasi di AI seperti perusahaan-perusahaan Amerika.
Masalahnya Bukan Uang
Namun, uang hanyalah salah satu faktor. China punya banyak uang, tapi yang kurang adalah akses. Karena persaingan geopolitik, AS memberlakukan pembatasan ekspor yang membuat China sulit mengakses teknologi terbaik.
Chip Nvidia yang paling canggih tidak bisa dijual ke China. Bahkan chip generasi lama Hopper yang baru diizinkan oleh pemerintah Amerika, sebenarnya belum dikirim dalam jumlah besar.
Sebagian ini juga karena kebijakan Beijing sendiri, yang lebih mendorong pembeli domestik untuk menggunakan chip buatan dalam negeri agar tidak tergantung pada AS untuk teknologi yang dianggap sangat penting. China juga tidak bisa mendapatkan chip canggih dari TSMC atau mesin litografi terbaru dari ASML.
Jadi, China mencoba membangun rantai pasok semikonduktor sendiri sepenuhnya. Inilah yang ditawarkan oleh SMHC.
Alasan untuk Berhati-hati
Ada beberapa hal yang perlu diingat.
Pertama, dana ini tidak memasukkan perusahaan yang terkena sanksi. Ini penting untuk produk yang terdaftar di AS. Tapi artinya, beberapa nama besar dalam industri chip China tidak termasuk. Contoh paling jelas adalah SMIC, pabrik chip terbesar China dan pesaing utama TSMC, yang ada dalam daftar hitam investasi AS sehingga tidak bisa dimiliki ETF ini.
Kedua, saham-saham China secara umum kurang diminati investor AS dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun fundamental dan pertumbuhannya kuat, seperti yang terjadi pada Alibaba, Tencent, dan Baidu, harga sahamnya tetap rendah karena investor menganggap ada risiko geopolitik.
Ketiga, sistem China berbeda. Meskipun ada unsur kapitalis, pemerintah punya kendali lebih besar atas perusahaan swasta dibandingkan di AS. Ini berarti prioritas nasional bisa mengalahkan kepentingan pemegang saham, modal tidak selalu mengalir ke tempat yang paling menguntungkan, dan risiko pengawasan regulasi seperti yang terjadi pada tahun 2021 selalu ada.
Kesimpulannya, SMHC adalah produk yang menarik. ETF ini mungkin akan memiliki penggemar setia, seperti halnya KraneShares CSI China Internet ETF (KWEB) yang akhirnya menjadi dana bernilai miliaran dolar, memberikan investor AS cara untuk menjangkau bagian dari cerita China yang tidak bisa mereka akses dengan mudah.