Ketua dan CEO CME Group (NASDAQ:CME), Terry Duffy, dengan keras mengkritik keputusan Komoditas Futures Trading Commision (CFTC) yang menyetujui kontrak Bitcoin perpetual futures untuk Kalshi. Dia bilang produk itu tidak cocok dengan pandangannya tentang kontrak berjangka dan bisa meningkatkan risiko buat investor ritel.
Berbicara di konferensi investor, Duffy mengatakan CFTC menangani kontrak itu dengan proses review penuh untuk produk yang "baru, aneh, atau rumit," tapi ternyata reviewnya lebih cepet dari prosedur self-sertifikasi yang lebih pendek. Dia merasa hal itu aneh karena pesanan dari badan itu menyebut produk tersebut sebagai hal yang baru dan rumit.
→ Samsara Just Answered The AI Question—Is Wall Street Ready To Listen?
Duffy bilang Commodity Exchange Act mendefinisikan kontrak berjangka dengan tanggal pengiriman atau kedaluwarsa di masa depan. "Tidak ada satupun yang bilang kontrak bisa berjalan selamanya," katanya. "Kontrak abadi (perpetual) adalah kontrak yang gak akan pernah berakhir." Menurut dia, kalo produk itu ada, produk itu sebenarnya adalah swap.
Kekhawatiran Duffy soal Leverage dan Risiko Ritel
Duffy menyebut kekhawatirannya terpusat pada leverage, auto-liquidation, dan apakah kontrak perpetual bisa dipakai institusi untuk lindung nilai (hedging) dengan efektif. Dia bandingkan leverage di produk perpetual Uni Eropa, yang katanya bisa mencapai 20 kali sampai 250 kali, dengan crypto leverage institusional CME di AS yang hanya 5 banding 1.
→ Buy the Dip? Broadcom’s AI Moat Is Wider Than Ever
"Bagaimana itu bisa bertahan?" kata Duffy.
Dia bilang kontrak perpetual butuh tingkat pendanaan (funding rates) buat jaga harga tetap terkait pasar spot, tapi ini bisa membuat ekonomi lindung nilai jdi kurang efektif. Contohnya, perusahaan penerbangan yang melakukan hedging minyak bumi bisa rugi, naiknya biaya funding rate ngerusak perlindungan hedge yang seharusnya mereka dapat.
→ Tesla’s EV Rebound Leaves Rivian and Lucid Facing a Tougher Investor Test
Duffy juga ngingetin kalo leverage yang tinggi bisa ganggu pedagang ritel yang kurang ngerti risiko. Dia curiga beberapa produk ini bisa bikin konsumen ada di posisi yang gak seharusnya.
"Saya beneran merasa ini kaya tahun 2007," kata Duffy, sambil bandingin cara pandang speulas saat ini dengan pasar properti pas sebelum krisis keuangan sebelumnya. Dia jelasin, saat nyerbut Sam Bankman-Fried dan FTX dimaksudnya.
Masih bocoran.
Posisi CME Soal Perpetual Belum Dipromosikan
Soai apakah CME bakal ikut jika oknum kalau.
Trisy, ah Leland
Terus. Duffy ngomojak dan di tahisan kedua yang pusing kata apety,
L. H apa yah …
Implementasi risk base approach boleh diseling hati, yang mau up terus ya negara en rumah sakit memenuhi:
S2 ini trik biarik teruster !nt mengesly kontek 500 ~ aké*
. Kebosag saraf,