Roket New Glenn milik Blue Origin telah meluncur untuk ketiga kalinya. Ini pertama kalinya mereka berhasil menggunakan ulang booster roketnya. Tapi sayangnya, satelit yang dibawa tidak sampai ke orbit yang benar.
Roket itu lepas landas dari Cape Canaveral, Florida pagi hari. Tahap pertamanya yang bisa dipakai lagi berhasil mendarat di laut. Namun, satelitnya masuk ke orbit yang salah. Blue Origin bilang di X bahwa mereka sedang memeriksa satelit itu.
New Glenn sangat penting untuk rencana Blue Origin menjelajah angkasa. Tapi pengembangannya telat bertahun-tahun dan jarak antar peluncurannya lama. Masalah ini bisa jadi kemunduran bagi reputasi mereka sebagai pesaing SpaceX.
Satelit ini dibuat oleh AST SpaceMobile dari Texas. Perusahaan ini ingin membuat jaringan internet langsung ke ponsel. Mereka rencananya mau luncurkan sampai 60 satelit tahun ini.
CEO Blue Origin, Dave Limp, ingin luncurkan 8 sampai 12 roket tahun ini. Dia bilang permintaan untuk peluncuran roket sangat tinggi dan akan terus naik.
Sebelumnya, mereka hanya bisa luncurkan dua kali di tahun lalu. Pada peluncuran kedua, mereka sudah bisa mendaur ulang booster roketnya, mirip seperti SpaceX.
AST SpaceMobile kini menghadapi persaingan sengit dari SpaceX dan Amazon. Amazon baru saja membeli perusahaan satelit Globalstar untuk masuk pasar ini.
Blue Origin juga punya rencana lain selain luncurkan roket. Mereka mau bangun pusat data di orbit dan jaringan satelit baru. Mereka juga akan hentikan sementara penerbangan wisata angkasa untuk fokus ke teknologi pendaratan di bulan.
Blue Origin dan SpaceX sama-sama dikontrak NASA untuk buat pendarat bulan. Mereka berlomba untuk misi pendaratan di bulan tahun 2028. Menurut Limp, pendarat bulan Mark 1 mereka punya kesempatan bagus untuk mendarat di bulan tahun ini.