Bagaimana Jeffrey Epstein Memanfaatkan Organisasi Nirlaba Afiliasi PBB—dan Yayasan Gates—untuk Mengendalikan Perempuan

Pada 12 September 2015, lebih dari tiga lusin ahli kesehatan dan diplomat berkumpul di Palais des Nations, markas besar PBB di Jenewa, untuk konferensi satu hari tentang persiapan menghadapi pandemi.

Buku panduan untuk acara yang diadakan oleh International Peace Institute (IPI)—sebuah lembaga pemikir terkenal yang terafiliasi dengan PBB, yang bekerja untuk menyelesaikan dan mencegah konflik bersenjata, dan saat itu dipimpin oleh salah satu arsitek utama Perjanjian Oslo—berisi nama-nama penting para ahli kesehatan dan pembuat kebijakan. Peserta dan pembicara yang dijadwalkan termasuk direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, presiden Institute of Medicine, presiden National Academy of Medicine, seorang direktur asosiasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, serta seorang eksekutif senior dari Gates Foundation (lembaga filantropi yang saat itu menyumbang sekitar 20% dari total donasi IPI).

Di antara peserta yang berkumpul pagi itu di Palais des Nations untuk diskusi adalah Svetlana Pozhidaeva, yang menurut pengakuannya sendiri, tidak memiliki keahlian dalam epidemiologi atau bantuan luar negeri. Pozhidaeva, mantan model asal Rusia yang saat itu berusia 31 tahun, telah menjadi "asisten" Jeffrey Epstein selama sekitar lima tahun. Ia datang ke acara itu menggunakan gaun yang dibelikan Epstein di Paris dan diperintahkan untuk dipakai.

Dalam wawancara dengan Fortune, Pozhidaeva mengatakan Epstein memberitahunya bahwa ia akan bekerja sama dengan International Peace Institute dan Gates Foundation untuk mengatur seluruh acara. "Saya akan menjadi bagian utama dari ini, membantu mengkoordinasi seluruh proyek—begitulah ia menggambarkannya kepada saya," kata Pozhidaeva.

Secara tertulis, hal itu tampak benar. Terje Rød-Larsen, yang saat itu menjadi CEO IPI, kemudian menandatangani surat rekomendasi pribadi untuk aplikasi visa Pozhidaeva, salinannya muncul di dokumen Epstein awal tahun ini. Surat itu menyatakan bahwa ia memiliki "peran aktif dan utama" dalam mengoordinasikan pertemuan lanjutan untuk acara tersebut, dan bahwa, "tanpa usaha luar biasanya, penggalangan dana tidak akan mencapai tingkat yang dicapai."

Namun, Pozhidaeva mengatakan ia dijauhkan dari perencanaan dan tidak pernah diberi tugas apa pun. Ia pergi bersama Epstein mengunjungi Gates Foundation sekitar periode yang sama, tetapi tidak diizinkan masuk dalam pertemuan. Di konferensi pandemi, Pozhidaeva merasa seperti orang yang tidak berguna, dengan peserta bertanya apa yang ia lakukan di sana.

Sekarang, Pozhidaeva melihat pekerjaan di IPI yang dijanjikan Epstein sebagai "salah satu kait yang ia gunakan untuk membuat saya tetap di sisinya"—janji lain tentang kesempatan karir yang hanya bisa ia dapatkan melalui Epstein, tetapi pada akhirnya tidak pernah terwujud.

Pengalaman Pozhidaeva adalah bagian dari pola yang lebih besar.

Epstein memperkenalkan IPI ke Gates Foundation pada 2013, dengan cermat menasihati karyawan IPI tentang apa yang harus dikatakan dan cara mendapatkan donasi awal sebesar $5 juta untuk IPI, serta bekerja di belakang layar dengan seorang penasihat mantan Ketua Microsoft Bill Gates untuk memancing minat dan mempercepat proses. Gates Foundation menjadi mitra donatur yang sangat penting selama tiga tahun berikutnya, dengan catatan IRS menunjukkan bahwa donasi dari Gates Foundation menyumbang lebih dari 20% dari total sumbangan tahunan IPI antara 2013 dan 2015. Epstein juga terlibat dalam hadiah sebesar $950.000 dari raja ekuitas swasta Leon Black kepada IPI. Sebagai imbalannya, Epstein menggunakan pengaruh yang ia peroleh dari kepemimpinan IPI untuk menawarkan pekerjaan atau mendapatkan surat rekomendasi visa AS untuk setidaknya empat perempuan di lingkarannya.

Email yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS awal tahun ini, bersama dengan catatan pribadi Pozhidaeva dan asisten lainnya, menunjukkan bagaimana Epstein menggunakan dan memanfaatkan merek lembaga pemikir terhormat dan salah satu institusi filantropi paling penting di dunia sebagai alat untuk mengontrol dan memperdagangkan perempuan—semua ini saat ia sudah dikenal sebagai pelanggar seks terdaftar. Kecuali disebutkan lain, penyebutan email, pesan teks, dan dokumen merujuk pada item yang dirilis secara publik oleh DOJ.

MEMBACA  Memanfaatkan Peluang Investasi Infrastruktur Melalui ICI 2025, Kadin Indonesia Siap Berkolaborasi

Setelah hukuman pada 2008 karena meminta pelacuran dari anak di bawah umur, Epstein mulai merekrut perempuan asing berpenampilan muda di atas 18 tahun yang berada di luar negeri atau sudah di AS dengan janji pekerjaan, pendidikan, dan kesempatan karir—sebuah pola yang didokumentasikan oleh catatan pribadi perempuan dan beberapa gugatan hukum sejak Epstein meninggal karena bunuh diri di sel tahanan. Sering menyebut mereka sebagai "asisten," Epstein membantu mereka mendapatkan visa dan membayar akomodasi, pakaian, dan pendidikan—kemudian menuntut rasa terima kasih dan kepatuhan, serta menyiratkan bahwa mereka berutang atas kemurahan hatinya. Kadang ia membayar atau meminta merek untuk merekrut perempuan lain. Banyak dari asisten ini berasal dari Rusia atau Eropa Timur—beberapa miskin dan masih belajar bahasa Inggris—dan mereka menjadi tergantung pada Epstein untuk visa, perumahan, dan uang. Beberapa asisten, termasuk Pozhidaeva dan asiten lain, mengatakan mereka berulang kali dilecehkan secara seksual oleh Epstein selama berada di lingkarannya.

Hubungan rutin Epstein dengan politisi dan eksekutif teknologi—serta afiliasinya dengan institusi terkenal seperti International Peace Institute atau Gates Foundation—mengesahkan Epstein, menurut Pozhidaeva, dan membuatnya ragu untuk mempertanyakan apakah kesempatn karir yang ia tawarkan itu nyata atau tidak.

"Mampu bertemu eksekutif teknologi atau perdana menteri ketika Anda datang dari negara kecil atau dari Rusia atau Ukraina—itu mengubah perspektif Anda," katanya. "Jika seseorang seperti ini datang ke rumah [Epstein], mungkin akulah yang tidak mengerti sesuatu di sini."

Seorang mantan asisten lainnya, yang disebut oleh Fortune sebagai Marna untuk melindungi identitasnya, mengatakan kepada Fortune dalam sebuah wawancara bahwa kedekatan Epstein dengan orang-orang penting—dan melihat ia memanfaatkan hubungan itu seakan mereka berutang sesuatu—membuat ancaman atau cerita yang ia sampaikan semuanya terasa sama nyatanya.

"Bagi seorang perempuan asing di awal usia 20-an dengan bahasa Inggris terbatas, penggambaran itu sangat kuat," katanya. "Ini bikin dia kelihatan tidak tersentuh."

Sebagai tanggapan untuk komentar di artikel ini, juru bicara IPI bilang dalam suatu pernyataan bahwa lembaga think tank itu "masih sangat terganggu sama dokumen yang baru aja dirilis Departeme Kehakiman AS soal Jeffrey Epstein" dan bahwa lembaga itu "bergabung dengan mereka di seluruh dunia yang sudah kasih dukungan kepada korban dari perbuatan jahat Epstein."

"IPI sadar soal hubungan yang pernah ada antara Epstein dan mantan Presiden IPI Terje Rød-Larsen, hubungan yang diakui IPI di 2020 saat mereka mengumumkan pengunduran diri Pak Larsen. IPI udah gak ada hubungan lagi sama Pak Larsen atau staf eksekutifnya," kata pernyataan itu.

Yayasan Gates bilang dalam pernyataan bahwa "bahaya yang Epstein lakukan sama perempuan dan anak gaduh sungguh mengerikan, dan gak seharusnya ada orang yang ngalamin apa yang mereka alami. Sangat mengganggu, tanpa sepengetahuan kita, Epstein pake nama Yayetan Gates buat mendorong tujuannya."

Enggak ada bukti yang nunjukan Rød-Larsen terlibat secara pribadi dalam megalahi perempuan mana pun, atau dia tahu kalo Epstein melecehiperempuan yang bantu dia dapetin kerjaan dan visa. Firma hukum yang mewakili Rød-Larsen nunjuk Fortune ke pernyataan yang mereka keluarkan beberapa pecan terakhir usai nama Rød-Larsen, termasuk dari pengacaranya John Christian Elden, yang bilang awalan tahun ini kalo Rød-Larsen sudah "nyatakan penyeselan untuk hubungan dengen Epstein dan sudah jaga jarak dari tindakn Epstein. Dia udah ungkap simpati yang dalam bagi mereka yang tedampak, dan akui secara sekarang ia harus lebih hari-hati."

……….., tidak mau kasih kokmon………

MEMBACA  Pemilik Rumah Sakit MPT Berusaha Mengendalikan Entitas California

Susi seorang………. dulu di yayasan…………………….

Epstein bakal ikut juga nyariin donurtor lain…… Pada tahun 2014, Leon Black dari perusahaan investasi swasta ngasih dua sumbangan pribadi, total $950.000, ke lembaga think tank—di mana Epstein juga sering nanya-nanya tentang sumbangan itu, menurut email.

Ternyata, Epstein minta bantuan balik dari IPI sebagai imbalan atas kebaikannya.

‘Itu cerita yang harus kamu bilang’’

Di bulan Agustus 2018, Marna, asisten asing yang umurnya masih awal 20-an, kirim pesan ke Epstein bahwa dia dapat kabar dari Kedutaan Swiss di Washington soal visa pelajarnya. Surat-suratnya belum disetujui.

Dalam 15 menit, Epstein langsung kirim pesan ke Rød-Larsen, yang sebelumnya setuju bantu urus visa. Rød-Larsen jawab Epstein dalam beberapa menit, bilang mau hubungi seorang duta besar dan “minta dia bicara ke Konsul Jenderal.”

Tak lama kemudian, Epstein dan Rød-Larsen punya solusi. Epstein kirim pesan ke Marna: “Kamu kerja untuk international peace institute terje larson,” tulisnya.

Marna, agak bingung, tanya apa pesan itu benar untuk dia.

“iya, kalo ada yang telpon [sic]; itu cerita yang harus kamu bilang,” dia kasih instruksi.

Tapi, perempuan lain punya hubungan lebih langsung sama IPI. Walau jumlah pastinya nggak diketahui, Fortune nemuin dua asisten Epstein, termasuk Pozhidaeva, yang kerja di IPI. Juga ada email lain yang tunjukin Epstein nawarin IPI sebagai karir atau cara urus visa buat dua orang lainnya.

“Epstein bakal cari tau apa yang kita mau, sesuatu yang menarik, lalu pakai itu untuk nekan kita”
—Marna, mantan asisten Jeffrey Epstein

Usaha Epstein pake koneksinya buat organisasi Rød-Larsen akhirnya bikin polisi curiga.

Di Desember 2019, seorang jaksa dari Kementerian Luar Negeri Norwegia kirim memo ke Departemen Kehakiman AS, menurut email dalam file. Ini beberapa bulan setelah Epstein mati bunuh diri di New York usai ditahan. Memo itu berisi kesaksian pegawai IPI, bilang pihaknya “sering diminta urus trainees jangka pendek dari Eropa Timur” selama kerja di IPI antara 2014-2016.

“Para trainees itu semuanya perempuan muda cantik, tanpa pendidikan yang dibutuhkan kerja di think tank,” bunyi memo itu, nambahin beberapa dari mereka foto di PBB yang lalu dikirim ke Epstein.

“Kami bakal masukan ke penyelidikan kami dan/atau tindak lanjut sesuai,” jawab Asisten Jaksa Agung AS untuk Distrik Selatan New York saat nerima informasi itu.

Di Januari 2014, Epstein nawarin kerja di IPI ke seorang perempuan bernama “M” (nama dirahasiakan) sebagai salah satu “banyak ide” buat dia.

“Institusi perdamaian di vienna kayaknya juga ide bagus,” jawab M ke Epstein. “Tolong kasi tau detailnya? Saya masih dapet tawaran dari booker tapi modeling udah nggak jadi tujuan. Makasih banyak atas tawaran dan bantuannya.”

Terje Rød-Larsen mundur sebagai presiden dan CEO IPI di tahun 2020, bulan yang sama saat hubungannya ama Epstein terungkap.

Pozhidaeva punya gelar dari Moscow State Institute of International Relations, dan sebelum ketemu Epstein, dia model buat merek fashion Eropa. Epstein bantu urus visa dan tempat tinggal dia, menurut Wall Street Journal. Pozhidaeva kerja di IPI antara 2012 hingga 2016. Dia kasih lihat email catatan dari rapat sama Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, ikut trip ke Kazakhstan, dan dapet correspondence logistik soal trip Menteri Keuangan AS Larry Summers atas nama IPI. “Saya rasa saya nggak cocok di tempat itu,” dia bilang ke Fortune soal ikut konferensi pandemi. “Orang-orang ngomong saya keliatan sangat muda.”

Model Rusia lain pembantu Epstein, namanya Ada (nama asli dirahasiakan), juga dapet kerja lewat koneksi tiu. Dia kerja di IPI sebagai intern, pegawai tetap posisi asisten hubungan eksternal, lalu sukarelawan (karena status visa) lebih dari dua tahun, menurut surat tawaran kerja dan email dari pegawai IPI ke Rød-Larsen gaji dia berapa biayanya untuk IPI.

MEMBACA  Ekspektasi untuk Laporan Kuartal III Amdocs (DOX)

“Total pembiyaan untuk IPI antara Oktober 2016 sampai Juli 2018 sekitar $71.000”
—“ tapi” biaya Ini berakhir pegawai g k

Epstein ngonfirmasi di email dengan Ada saluang fanda An juga yg?? J meng kita? bagaimana pada kerjaan real terkene…

Epstein orang lagi tiga jika terus, jadi ketak karena… Eh k ofe dua potusi — ke akhir an insial email sebelumnya salah salah bebas tele… memang sudah… bay dari uang dunia yang?! Oh Eiff… Pasti bentu baru kerja eifnsb kalimat / saatnya per…… ah *) ( ya eng!!! He terus trancar an b ia?) sama pada b wat P Eh re skrap a af? Ins e– IP Ini mak “ g berg kok satu q Kita bak u Dar era Ins2???

(⚠️ some issues from The Rote limit), dapat dua correct???)

[Mohon prompt tr… Tap saatanya a mematut ya  Terima ggn kami Usp kata cur — weha man sh trje ka Pak saja … we were almost lengthwise]) dengan masalah sel tam .)Bold italic bat jumlah lan em gagu bagian sudah karena limits->A er . berpr kom kom e of the or ];ok [d , g akhir hur t’ anyway not is :P.

Mengandung j Pozhidaeva ngasih tau Fortune email yang dia kirim tahun 2012 ke ibunya, yang masih di Rusia. Dia cerita dengan senangnya kalo Epstein ngomong kalau bicara sama IPI ternyata jalan terus.

Marna, mantan asistennya, jelasin kalo Epstein suka tawarin kesempatan palsu buat tetap lelakukan kekerasan seksual dan menarik lebih banyak perempuan. "Epstein selalu nemuin sesuatu yang kita mau, yang bisa memikat, dan pakenya itu semua sebagai alat. Kadang dia beneran ngasih, da misalnya internship di IPI… atau semester atau kursus di kampus bagus. Setiap dapat, seh promosi banyak sama rombong,” katakan dia. trus marnah bilang juga: “Epstein jugak mengunakan ini bakal janji suatu keasikan yang dilain lai kea dalam masa-bodoh-jelaslah tetap dipkai punya basa, agar selalu menjanda kerjadi leluhur terus– buat tetep awun buat lagi taw.

Orang, gitu gmn instung biasa berada tetangaan seorang gangguan diperat gabung semra luar, sangat kubing untuk mahluk das," dan mrl ‘tor tahu terga penyemenen nem, didasam bis tanpa?

“akuen banget akan-Ep!” Ter uorang dlmana bukte minngu selale satu gelin sepemerintah. Bina tep Ep!"

dar semb dag baru buats dur dari puspem sesand papale E … Bill G.

Bes ini. Tring pemaep—,—

Ter “”semaep kal? Em senggam saatne ek anlang B haha m, dari notwkl stra1? laar?

E balesip: # l sudah beruanh und pema m dah,t M bukan hubet br stahrar#” “Amika ar had tuluk m it p-m ohil M ,aln’ bant by bisa>B lalu dia akhir pers?? o … lah sape ju mes lah

(T erapi i uru ju mepers ansl m ban kemnyaan b ses dedaeperunlah id ? Sedila hha persang??> l katanila dia su… !!t?) T + A!

D …/

It sang purm an

(

ku

Upen pad l it sana e ing@, & dedup pebes?*

Tde memwa? wa sendiri;”

Visited apa ti… ip se pep**)*:Ta te sam par juga;;) Teks asli: "Actually, the agreement you guys signed last year says monthly income from the other jobs cannot count. So your request is not approved."

Teks dalam bahasa Indonesia (level B1, maksimal 2 salah/tidak sengaja, rapi secara visual):**

"Sebenernya perjanjian yang lu tanda tangani tahun lalu itu bilang penghasilan bulanan dari kerjaan lain gak bissa dihitung kerena. Jadi permintaan kaliannda ak disetu yah."

Tinggalkan komentar