Semangat Tuntutan Reformasi yang Mulai Pudar

Jumat, 29 Mei 2026 – 22:18 WIB

Jakarta, VIVA – Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai salah satu agenda utama Reformasi 1998 yaitu mengembalikan TNI ke fungsinya sebagai alat pertahanan negara, sekarang mulai melai mengalami kemunduran.

Pernyataan itu disampaikan Ray dalam diskusi publik yang bertajuk “Remiliterisme dan Masa Depan Demokrasi Indonesia: Mendedah Reformasi Sektor Pertahanan, Supremasi Sipil, dan Ancaman terhadap Hak Asasi Manusia” di Jakarta.

Menurut Ray, tuntutan ‘TNI kembali ke barak’ yang muncul saat era Reformasi bukan cuma slogan politik, tapi juga simbol penting agar TNI fokus sebagai institusi pertahanan dan tidak masuk ke ranah sipil.

“Kembalinya ke barak adalah istilah yang menunjukan pentingnya TNI bertindak sebagai tentara profesional. Barak itu identik sama fungsi utama TNI,” kata Ray.

Dia juga menjelaskan semagat reformasi mulai terwujud pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri dengan adanya pemisahan TNI dan Polri yang sebelumnya bersatu di dalam struktur militer Orde Baru.

Menurut Ray, pemisahan itu jadi tonggak penting reformasi sektor keamanan karea untuk pertama kalinya, fungsi pertahanan dan keamanan sipil dipisahkan dengan tegas.

“Melalui Tap MPR, TNI ditempatkan di bidang pertahanan sementara keamanan diserahkan ke Polri sebagai institusi sipil,” ucapnya.

Ray juga ingatkan bahwa waktu Orba, Polri adalah bagian dari militer dan dianggap angkatan ke-empat setelah AD, AL, serta AU.

“Sejak pemisahan itu, Polri berdiri sendiri dan bukan lagi pecahan militer,” kata dia.

Ray nilai reformasi sektor keamanan sekitar 25 tahun setelah Reformasi sebenarnya berjalan lumayan baik termasuk dengan UU TNI sebelum direvisi tahun 2025 yang batasi keterlibatan TNI di institusi sipil lewat skema Operasi Militer Selain Perang.

MEMBACA  Mewujudkan Mimpi Besar Jakarta sebagai Kota Sinema

“Menurut dia, itu hanya dipake untuk kondisi khusus yang militer punya peran, misal di BNPT atau nangani teror, narkotika, dan bencana besar,” tambahnya.

Dia pun mengatakan aturan tersebut dipatuhi ketat sehingga TNI bisa tetap fokus di pertahanan negara.

Ray menyesekali juga peraturan melindung Reformasi hasil ini.

Tinggalkan komentar