Kenapa Wall Street Jual Banyak Sekali Saham MSTR? | Sumber: Gambar dibuat pakai Gemini
Poin Penting
- Investor institusional mengurangi eksposur ke Strategi sebanyak $5.38 miliar di Q3 2025.
- Menurut Tom Lee, MSTR sekarang sering dipakai sebagai proxy untuk lindungi nilai Bitcoin.
- Trend Bitcoin masih bearish.
Investor institusional AS motong eksposur mereka ke MicroStrategy (MSTR) sekitar $5.38 miliar antara akhir kuartal kedua dan ketiga tahun 2025, berdasarkan data agregat laporan 13F.
Data ini muncul saat saham MSTR terus jatuh bersamaan dengan turunnya harga Bitcoin. Bahkan, kapitalisasi pasar MicroStrategy (sekarang Strategi) pernah turun dibawah nilai Bitcoin yang mereka pegang awal bulan ini.
Laporan menunjukkan nilai pasar kepemilikan institusional di MSTR turun dari sekitar $36.32 miliar di akhir Q2 jadi $30.94 miliar di tutup Q3. Itu artinya penurunan sebesar 14.8%.
Penjualan ini dilakukan beberapa manager aset besar, seperti Capital International, BlackRock, Vanguard, dan Fidelity. Masing-masing motong hampir $1 miliar.
Meskipun harga Bitcoin sekarang jauh lebih rendah, aksi jual ini terjadi saat harga BTC relatif kuat, yaitu sekitar $95,000.
Jadi, kenapa banyak investor keluar dari perusahaan yang pegang Bitcoin terbanyak di dunia ini?
Tom Lee, Chairman Bitmine Immersions, bilang dalam wawancara CNBC bahwa tekanan pada MSTR mungkin karena saham ini makin sering dipake sebagai proxy untuk melindungi risiko crypto.
"[Strategi] mungkin saham paling penting untuk diperhatiin sekarang, karena itu adalah proxy Bitcoin, dan paling likuid," kata Lee minggu lalu.
Dia jelasin bahwa karena sedikit cara untuk lindungi kerugian langsung di pasar crypto, trader institusional makin sering nge-short saham Strategi.
"Menurut aku di dunia crypto, ketika mereka mau lindungi kerugian di Bitcoin dan Ethereum, mereka tidak nemu cara lain kecuali nge-short saham likuid yang jadi proxy-nya," ujarnya.
Dia nambahin bahwa siapapun yang punya posisi besar di