Analisis Data Ekonomi 70 Negara Selama 60 Tahun: Pergeseran Besar dalam Krisis Pasar Sejak 25 Tahun Lalu

Ekonomi global sekarang bergerak makin bersamaan dan merespon hal yang sama, baik saat naik atau turun. Ini karena komunikasi yang sangat cepat dan rantai pasok global yang saling tergantung. Hal ini sangat berbeda dari awal abad 21, di mana ekonomi lebih terpengaruh oleh guncangan dari negara tetangga.

Temuan ini berdasarkan penelitian kami yang diterbitkan di jurnal Economic Letters. Kami menghitung korelasi ekonomi menggunakan data PDB dari 70 negara selama 60 tahun terakhir. Bersama peneliti lain, Yoonseon Han dan David Lindequist, kami menemukan bahwa jarak fisik sekarang tidak sepenting dulu, terutama terkait keterkaitan antar negara.

Kami mengukur sejauh mana siklus ekonomi negara-negara – periode naik-turunnya performa ekonomi – berjalan bersamaan. Misalnya, bagaimana guncangan positif pada produksi di Jerman mempengaruhi pendapatan di AS.

Kami ingin tahu apakah hubungan antara jarak dan korelasi ekonomi berubah seiring waktu.

Yang kami temukan, dari 1960-1999, siklus ekonomi sangat terlocalisasi. Artinya, ekonomi suatu negara lebih mungkin terpengaruh guncangan dari negara terdekat. Contohnya, AS lebih terpengaruh kondisi ekonomi Kanada atau Meksiko dibanding Inggris atau Korea Selatan.

Temuan ini sesuai dengan banyak literatur ekonomi yang menunjukkan negara lebih banyak berdagang dengan negara terdekat dan volume perdagangan adalah prediktor penting keselarasan siklus ekonomi mereka.

Namun, hubungan antara jarak fisik dan korelasi ekonomi mulai berubah setelah tahun 2000. Selama 20 tahun terakhir, tidak ada hubungan signifikan secara statistik antara jarak geografis dua negara dan sejauh mana pendapatan mereka bergerak bersama – yang oleh ekonom disebut kovarians ekonomi.

Mengapa ini penting

Di akhir 1990an dan awal 2000an, sejumlah ekonom mempopulerkan ide bahwa teknologi baru seperti internet dan kontainerisasi menyebabkan "kematian jarak". Mereka membayangkan masa depan di mana teknologi tidak hanya mempengaruhi produksi barang – seperti rantai pasok global – tetapi juga cara kita kerja dan hidup.

MEMBACA  Biaya hidup dalam sorotan saat PM Australia memanggil pemilihan 3 Mei

Teori ini awalnya disambut skeptis oleh peneliti perdagangan. Tidak semua prediksi terbukti. Misalnya, hubungan antara jarak dan aliran perdagangan ternyata tetap kuat. Mitra dagang terbesar AS masih Kanada dan Meksiko. Lihat saja harga perumahan di pusat kota besar AS untuk melihat lokasi fisik tetap sangat berharga.

Namun, penelitian kami menunjukkan beberapa prediksi tentang ekonomi global mungkin mulai terbukti. Misalnya, ekonomi dunia tampaknya membuat negara-negara makin rentan terhadap guncangan global, bukan lokal.

Ini menjadi sangat jelas saat pandemi, ketika kemacetan rantai pasok berdampak ke seluruh dunia, kemudian menyebabkan kenaikan harga global. Akibatnya, diskusi kebijakan ekonomi dan perdagangan AS makin fokus pada kerentanan terhadap guncangan luar negeri. Istilah baru yang muncul di era pemerintahan Biden adalah "ketahanan rantai pasok".

Apa yang belum diketahui

Penelitian kami membuktikan bahwa siklus ekonomi dan guncangan ekonomi menjadi lebih global dalam dua dekade terakhir. Banyak peristiwa ekonomi utama 1960-2000 – seperti krisis tabungan dan pinjaman 1980an atau krisis mata uang Asia 1997 – efeknya terutama lokal. Namun baru-baru ini, peristiwa ekonomi utama – seperti krisis finansial 2008 – memiliki implikasi yang jauh lebih global.

Yang belum kita tahu adalah apakah pola ini akan berlanjut, menuju era baru di mana sebagian besar ekonomi dunia bergerak serempak. Ataukah tren baru menuju nasionalisme ekonomi akan membalikkan keadaan, di mana ekonomi – dan guncangan ekonomi – menjadi lebih lokal lagi?

Research Brief adalah ulasan singkat tentang karya akademik yang menarik.

Josh Ederington, Profesor Ekonomi, Miami University dan Jenny Minier, Julian Lange Professor of Economics, Miami University

Artikel ini diterbitkan ulang dari The Conversation dengan lisensi Creative Commons. Baca artikel aslinya.

MEMBACA  Minyak naik setelah Arab Saudi menaikkan harga oleh ReutersMinyak naik setelah Arab Saudi menaikkan harga Menurut Reuters

Tinggalkan komentar