Belom lama banget karyawan punya kekuasaan dan berita fokus ke “Great Resignation”, bukan PHK atau pemotongan diam-diam. Sekarang, perusahaan juga kurangi program benefit.
Rencana pensiun, asuransi kesehatan, dan cuti keluarga berbayar itu benefit yang bikin karyawan lindungi masa depan finansial mereka. Tapi makin banyak perusahaan yang menahan benefit ini buat dapetin uang tunai, dan semua dipake buat AI.
Wajib Baca
TTEC, perusahaan teknologi pengalaman pelanggan global, ngasih jeda sembilan bulan buat kontribusi 3% 401(k) karyawan AS. Dalam memo 30 April, Laura Butler, chief people officer TTEC, bilang langkah ini untuk “jaga kekuatan jangka panjang” perusahaan dan kasih fleksibilitas keuangan lebih biar terus investasi di “alat, pelatihan, dan kemampuan yang akan bentuk masa depan kita,” lapor Business Insider.
Jeda ini bakal dievaluasi lagi awal 2027 dan bakal dilanjutin cuma kalau performa bisnis mendukung, kata Butler.
TTEC pekerjakan sekitar 16.000 karyawan AS dan dapatin $2.137 milyar pendapatan di 2025. angka ini turun 3.2% dari tahun sebelumnya. Namun ada aline cashflow negatif sekian.
Kelincahan dengan Biaya</h2}
Chris Brown, CEO TTEC Digital, bilang strateginya untuk bantu stabilitas keuangan buat pertumbuhan dan investasi di “alat, pelatihan, kemampuan, dan terus terang, orang.” Tapi karyawan lihat ironi dana pensiun dikurangin biar perusahaan bisa investasi teknologi.
Karyawan TTEC bilang ke Business Insider mereka merasa “bingung, lalu marah,” dan langkah ini “membingungkan banget.”
Brown tunjuk perusahaan jasa profesional lain, bilang “ini juga dilakukan dari orang lain.” Perusahaan besar di teknologi juga pertimbangkan benefit macam-macam untuk karyawan. Mus. Ang mayor, tetap pendul kawan karena the, Nuran kata Times.
<h