Sabtu, 21 Februari 2026 – 21:35 WIB
VIVA – Bulan Ramadhan sering dilihat sebagai waktu yang bagus untuk menurunkan berat badan. Pola puasa dari subuh sampai magrib dianggap bisa bantu mengatur jumlah kalori dan memperbaiki metabolisme tubuh.
Tata Cara Shalat Tarawih Sendiri di Rumah, Lengkap Bacaan Niat dan Penjelasannya
Tapi pada kenyataanya, banyak juga orang yang malah mengalami kenaikan berat badan saat Ramadhan. Hal ini sering bikin bingung, karena secara teori waktu makannya jadi lebih sedikit. Scroll untuk baca info selanjutnya…
Beberapa penelitian menunjukkan puasa Ramadhan tidak langsung bikin turun berat badan. Faktor utama yang menentukan perubahan berat badan adalah total kalori yang masuk, kualitas makanan, pola tidur, juga tingkat aktivitas fisik selama puasa.
Ajaraie Bersinar di JIS, Sebut Ramadhan Bikin Fisiknya Lebih Kuat
Kalau kebiasaan yang dilakukan malah mendorong konsumsi energi berlebihan dan sedikit bakar kalori, maka naiknya berat badan sangat mungkin terjadi. Menurut sumber dari PMC, ini beberapa kebiasaan yang bikin berat badan naik saat Ramadhan.
1. Makan Berlebihan Saat Berbuka Puasa
Setelah menahan lapar dan haus seharian, kamu mungkin tergoda untuk ‘balas dendam’ dengan makan porsi besar waktu berbuka. Sebuah studi yang terbit di jurnal kesehatan menunjukkan bahwa beberapa orang malah mengalami peningkatan total kalori selama Ramadhan karena makan berlebihan saat iftar. Kalau jumlah kalori yang masuk lebih banyak dari yang tubuh butuhkan, berat badan akan naik meski sudah puasa.
2. Konsumsi Makanan Tinggi Lemak dan Gula
Ramadhan identik sama gorengan, makanan bersantan, serta berbagai kue dan hidangan manis. Penelitian lain menemukan adanya peningkatan konsumsi makanan tinggi gula dan lemak selama bulan puasa di beberapa negara. Kombinasi lemak dan gula yang tinggi bisa ningkatkan simpanan lemak tubuh kalau dikonsumsi rutin.
3. Minuman Manis saat Berbuka
Takjil seperti sirup, minuman soda, dan jus pakai tambahan gula sering jadi pilihan utama waktu berbuka. Padahal, minuman tinggi gula memberikan kalori yang besar tanpa bikin kenyang yang lama. WHO mengingatkan bahwa konsumsi gula berlebihan selama Ramadhan bisa ningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolik.
Halaman Selanjutnya
4. Aktivitas Fisik Menurun