Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menerima delegasi dari Masyarakat Teknologi Cerdas Indonesia (MTCI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Rabu.
Menurut keterangan resmi, Gibran menekankan bahwa pengembangan pendidikan robotika tidak boleh terbatas di sekolah umum saja, namun juga harus menjangkau pesantren dan sekolah kebutuhan khusus.
“Pak Wapres memberikan perhatian khusus agar sekolah luar biasa di Indonesia juga punya kapasitas untuk mengajar robotika dan coding, supaya pendidikan teknologi jadi inklusif,” kata Ketua MTCI, Jully Tjindrawan.
Jully menyebutkan delegasi menyampaikan sejumlah gagasan dan rekomendasi kepada wapres, termasuk perlunya kurikulum robotika dan coding yang terstandarisasi dan bisa diterapkan secara nasional.
“Wapres menerima dan mendiskusikan masukan kami tentang pengajaran robotika dan coding untuk anak, mulai dari TK hingga SMA,” ujar Jully dalam pernyataan terpisah.
MTCI juga memaparkan berbagai program pelatihan dan pengembangan robotika serta coding yang telah dijalankan di beberapa daerah.
Paparan itu menjadi bahan diskusi untuk membangun ekosistem pendidikan digital yang terstruktur, berkelanjutan, dan adaptif secara global.
Jully menambahkan, Wapres Gibran juga mendiskusikan gagasan pendirian pusat pengembangan teknologi yang terintegrasi.
“Wapres mendorong penyebaran kurikulum standar yang lebih luas dan membuka ruang diskusi untuk mendirikan AI Hub guna memperkuat ekosistem robotika, coding, dan kecerdasan buatan,” imbuhnya.
Pertemuan ini menjadi ajang dialog dan tukar pandang untuk memperkuat ekosistem teknologi nasional, khususnya dalam pengembangan pendidikan robotika, coding, dan artificial intelligence di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, wapres aktif menyimak masukan dan presentasi dari MTCI mengenai tantangan, peluang, dan praktik terbaik dalam membangun pendidikan teknologi sejak dini hingga menengah.
Pembahasan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto tentang percepatan transformasi digital di sektor pendidikan.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan di bidang teknologi guna merumuskan langkah strategis memajukan pendidikan teknologi nasional.
Melalui kolaborasi seperti ini, Indonesia berupaya mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih siap bersaing di tingkat global.
MTCI merupakan organisasi dan ekosistem kolaboratif yang mendorong inovasi dan tata kelola teknologi cerdas, dengan fokus meningkatkan literasi digital, memperkuat ekosistem inovasi dan startup, serta mengadvokasi kebijakan teknologi yang etis dan inklusif.
Berita terkait:
- Menteri dampingi siswa berkebutuhan khusus periksa kesehatan
- Kementerian tinjau ulang proposal Sekolah Rakyat yang lebih inklusif
- Kementerian akan latih guru untuk siswa berkebutuhan khusus
Penerjemah: Fathur, Azis Kurmala
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026