Ringkasan Berita:
Pelaku penganiayaan pegawai SPBU Cipinang Muara, inisial JHM, memberikan keterangan yang berubah-ubah karena terpengaruh narkoba saat di periksa.
Zat Berbahaya: Hasil tes urine positif ganja, sabu, hingga ekstasi secara bersamaan, yang diduga memicu aksi kekerasan terhadap tiga korban.
Jaringan Narkoba: Polisi sedang memburu pengedar yang menyuplai narkoba ke pelaku, dengan jejak pasokan diduga berasal dari Bali.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Misteri dibalik aksi brutal seorang pria yang menganiaya tiga pegawai SPBU Cipinang Muara, Jakarta Timur, akhirnya terbuka.
Pelaku berinisial **JHM** terbukti melakukan kekerasan dalam pengaruh narkoba berat. Hal ini terungkap setelah polisi curiga dengan pernyataannya yang terus berubah saat diperiksa.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, menyatakan bahwa awalnya penyidik kira pelaku cuma di bawah pengaruh alkohol.
Baca juga: Ngaku ‘Mobil Jenderal’, Pria Aniaya 3 Pegawai SPBU Cipinang Ternyata Warga Sipil, Positif Narkoba
Namun, kecurigaan makin kuat saat **JHM** memberikan jawaban tidak konsisten dan tampak linglung.
Hasil Tes Urine: Positif “Koktail” Narkoba
Untuk memastikan kondisi tersangka, Satreskrim melakukan tes urine lengkap.
Hasilnya mengejutkan; **JHM** ternyata mengkonsumsi campuran beberapa jenis narkoba sekaligus.
“Tersangka keterangannya plin-plan. Setelah diuji urine, hasilnya positif ganja, sabu, dan ekstasi,” kata Alfian di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu (25/2/2026).
Kondisi “fly” karena campuran zat itu diduga jadi pemicu hilangnya kontrol diri pelaku, sampai ia memukuli tiga pegawai SPBU yang sedang bertugas.
Perburuan Pengedar Narkoba Sampai ke Bali
Polisi tak hanya fokus pada kasus penganiayaan ini. Mereka kini menyelidiki jaringan yang menyuplai narkoba ke **JHM**. Dari informasi awal, pelaku diduga dapat pasokan saat berada di Bali.
Baca juga: Dituding Drama, Guntur Romli Jelaskan Alasan Mendadak Jadi Caleg PDIP: PSI Plin-plan soal Ganjar
“Kami dalami pengedar yang menyuplai ke **JHM**. Ini masih dalam penyelidikan intensif,” tegas Alfian.
Selain itu, polisi juga menelusuri riwayat kriminal **JHM** untuk melihat kemungkingan ia pernah terlibat tindak pidana lain.
Penangkapan yang dilakukan di rumah pelaku di Rawalumbu, Bekasi, ini diharap bisa jadi peringatan keras bagi penyalahguna narkoba yang sering meresahkan dan membahayakan publik.
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp