Trump Ancam Serang Infrastruktur Iran: Pembangkit Listrik dan Jembatan Jadi Sasaran

Senin, 6 April 2026 – 00:10 WIB

VIVA – Presiden Donald Trump memberikan pesan keras yang bernada ancaman ke Iran pada hari Minggu waktu setempat. Dalam pesannya, Trump memberi sinyal bahwa Amerika Serikat akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada hari Selasa jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.


Nasib Awak Pesawat F-35 AS yang Jatuh Ditembak Jatuh Iran

“Selasa akan menjadi saat serangan besar yang menyasar pembangkit listrik dan jembatan di Iran semuanya sekaligus. Akan jadi sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya!!!,” tulis Trump seperti dikutip dari Fox News, Senin 6 April 2026.

Dalam pesan itu, Trump juga mengancam para pemimpin Iran bahwa jika Selat Hormuz tidak dibuka sampai Selasa, mereka akan menghadapi konsekuensi berat yang ia gambarkan seperti hidup di neraka.


Iran Umumkan Gempur Fasilitas Industri yang Terafiliasi AS di Israel, UEA hingga Kuwait

“Buka selat itu sekarang juga, atau kalian akan hidup dalam neraka, lihat saja nanti! Segala puji bagi Allah,” bunyi pesan Trump kepada para pemimpin Iran.

Pada hari yang sama, Trump mengatakan ke koresponden utama luar negeri Fox News, Trey Yingst, bahwa dia yakin kesepakatan dengan Iran bisa tercapai paling lambat besok (Senin 6 April 2026). Itu adalah batas waktu yang ia tetapkan agar Iran membuka kembali selat tersebut.


IRGC Iran Sebut Tembak Jatuh Pesawat AS yang Cari Pilot F-15

“Saya pikir ada peluang besar besok. Mereka sedang bernegosiasi sekarang,” kata Trump.

Jika Iran gagal mencapai kesepakatan, Trump memperingatkan, bahwa negaranya akan menyerang infrastruktur seperti jembatan dan sumber tenaga listrik di Iran.

“Kalian akan lihat jembatan dan pembangkit listrik dihancurkan di seluruh negeri mereka. Kalau mereka tidak segera buat kesepakatan, saya pertimbangkan untuk menghancurkan semuanya dan mengambil alih minyaknya,” tambahnya.

MEMBACA  Jakarta Rancang Insentif Baru bagi Pekerja, Termasuk Transportasi Gratis

Seperti diketahui, sejak pecahnya konflik, Iran telah menghambat jalur pelayaran di perairan sempit itu yang sangat penting bagi perdagangan minyak dunia sebagai salah satu alat tawar mereka. Gangguan ini berdampak besar pada pergerakan kapal tanker minyak dan mendorong kenaikan harga minyak global.

Pesan terbaru Trump menunjukkan bahwa ia semakin serius dengan ancamannya untuk menyerang infrastruktur penting Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz sebelum batas waktu hari Senin.

Halaman Selanjutnya

Pada hari Sabtu, Trump juga mengingatkan Iran soal tenggat waktu 10 hari yang ia berikan.

Tinggalkan komentar