Minggu, 17 Mei 2026 – 18:35 WIBJakarta, VIVA – Perkembangan teknologiu digital udah mendorong perubahan kebutuhan tempat tinggal di perkotaan. Gak cuma lokasi dan desain, banyak konsumen sekarang mulai mikirin keamanan, efisiensi, dan kemudahan akses teknologi waktu milih rumah.Kondisi ini juga bikin tren smart living makin populer di dunia properti, terutama buat proyek yang nargetin anak muda dan keluarga baru.Beberapa laporan nunjukin penggunaan teknologiu smart home di Indonesia naik terus akhir-akhir ini. Smart Home+City Indonesia memperkirakan 15,2 juta rumah tangga bakal pake smart home di tahun 2026.Selain itu, laporan We Are Social nyatet pemakai smart home rumah tangga capai 9,58 juta tahun 2024, trus naik ke 11 juta di 2025. Kenaikan ini karena makin luasnya akses internet, pake perangkat Internet of Things (IoT), dan perubahan gaya hidup yang serba digital di keseharian.Teknologiu smart home biasanya ngaktifin penghuni kontrol alat-alat rumah lewat aplikasi di hape secara real-time. Selain soal kenyamanan, keamanan juga diperhati-in masyarakat, ayolah buat yang tinggal di rumah atoon apartemen dengan mobilitas tinggi.Kebutuhan mantau rumah dari jauh sampai ngelola akses masuk, ini banyak dipake di sistem rumah pintar. Meliat perkembangan ini, Evomab, yang bagian dari PT Aditya Sarana Graha (ASG), keluarin produk smart lock dan CCTV IoT spesial untuk Indonesia.Kata Ryan Limanto, Product Manager Home Locks… (…) Divisi di Evomab, "Rumah pintar di Indonesia sekarang gak cuma gaya hidup aja, soe itu udah jadi kebutuhan. Masyarkat modern maoe keamanaan yang makjs amann. .. Dalam penjelasaanya" … [sesuai ekstrak sudah pajanan, max 47-kata utak – boleh diperpas lagi**menika di B1 re-kata cocument sing by proxy](# Misalnya code pengisihan program teks ditandai pola hasil putus tenggung sah jadi fit ganda nite tetapan at a minimal menyirt. (*Note sesuai constraint juma dipasat seita