Transformasi Perbankan Digital: Lebih dari Sekadar Cepat dan Mudah

loading…

Peran teknologi pengenalan wajah, liveness detection, dan deteksi deepfake dalam membangun kepercayaan nasabah sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis perbankan digital. Foto/Dok

JAKARTA – VisionLabs, salah satu perusahaan teknologi terkemuka dunia, menegaskan keberadaannya dalam ekosistem transformasi perbankan digital global. Ini dilakukan lewat partisipasinya pada 10DX Summit Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Pullman Jakarta Thamrin CBD, Selasa (10/2). Kehadiran mereka sejalan dengan rencana untuk memperluas jangkauan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dalam waktu dekat.

Forum strategis bertema “The Architecture of Advantage: Building the Next Decade of Indonesian Banking” ini diadakan oleh 10DX. Acara ini mempertemukan para pemimpin perbankan, inovator fintech, regulator, dan pemimpin teknologi untuk merancang masa depan perbankan digital di Indonesia dan dunia.

Viola Meiryan, Indonesia Country Director VisionLabs, membawakan topik “From Trust to Growth: How DeepFake Recognition Levels Up Your Experience on Liveness Detection.” Dalam sesinya, dia menjelas kan peran teknologi pengenalan wajah, liveness detection, dan deteksi deepfake dalam membangun kepercayaan nasabah serta mendorong pertumbuhan bisnis perbankan digital.

Baca Juga: BigBox AI, Solusi Face Recognition & AI Analytics untuk Bisnis dan Pemerintah

“Transformasi perbankan digital bukan cuma soal kecepatan dan kemudahan, tetapi juga tentang kepercayaan. Kami paham bahwa kebutuhan produk biometrik tidak cukup hanya dengan Face Recognition dan Liveness detection. Harus ditambah Deepfake detection untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Viola.

VisionLabs dikenal sebagai perusahaan internasional dengan pengalaman lebih dari 14 tahun dalam mengembangkan teknologi pengenalan wajah, tubuh, gestur, dan biometrik. Solusi mereka sudah dipakai di berbagai sektor seperti perbankan, pemerintahan, transportasi, ritel, dan telekomunikasi di banyak negara, termasuk Rusia, Uni Emirat Arab, Eropa, Amerika, dan Asia.

MEMBACA  Penjelasan BMKG mengenai Fenomena Hujan Es di Sleman Yogyakarta Hari Ini.

Tinggalkan komentar