Timwas DPR Ungkap Praktik Pungli Kursi Roda Jemaah Haji di Masjidil Haram, Libatkan Tenaga Musiman

Rabu, 20 Mei 2026 – 19:36 WIB

VIVA — Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menemukan dugaan praktik pungli layanan kursi roda yang melibatkan oknum tenaga musiman (Temus) di kawasan Masjidil Haram. Anggota Timwas Haji DPR RI, Selly Andriany Gantina, mengumumkan temuan ini setelah melakukan pengawasan langsung di area Sa’i pada Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Selly, temuan tersebut didapat saat timnya berdialog dan memantau kinerja Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Masjidil Haram. Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan tenaga kesehatan melaporkan adanya oknum yang meminta bayaran tidak resmi kepada jemaah untuk fasilitas kursi roda.

"Mereka berhasil menemukan oknum petugas atau tenaga musiman yang ternyata melakukan pungutan liar untuk kursi roda. Ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami di DPR RI," kata Selly dalam keterangan, Rabu, 20 Mei 2026.

Timwas Haji DPR menyoroti secara khusus sistem rekrutmen tenaga musiman pendukung haji tahun depann. Menurut Selly, jumlah tenaga musiman yang direkrut pemerintah cukup besar, sekitar 1.100 orang, yang mayoritas adalah WNI mukimin di Arab Saudi dan mahasiswa.

Paket City Tour hingga Badal Haji

Selain pungli kursi roda, Selly memaparkan pihaknya juga mendalami dugaan keterlibatan oknum tenaga musiman dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). "Evaluasinya apakah mereka bekerja sama dengan oknum KBIHU untuk melakukan upaya badal haji, memungut uang kursi roda, dan bahkan menawarkan city tour ilegal," ujar politikus PDIP tersebut.

Penawaran paket city tour ilegal ini sangat disayangkan karena bertolak belakang dengan imbauan resmi pemerintah. Menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang menguras fisik, jemaah seharusnya fokus beristirahat untuk menjaga stamina.

MEMBACA  Kemendagri Anjurkan Gubernur Kaltim Kaji Kembali Rencana Pembelian Mobil Dinas Senilai Rp8,5 Miliar

"Padahal sudah ada imbauan menjelang Armuzna agar jemaah menjaga kesehatan," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Selly memastikan Timwas DPR RI akan membawa persoalan ini ke tingkat lebih tinggi. "Ini nanti akan kami sampaikan saat rapat dengan Amirul Hajj maupun Kementerian terkait," pungkasnya.

Tinggalkan komentar