Tim SAR Berhasil Angkat Kotak Hitam dari Lokasi Jatuhnya ATR 42-500 di Sulawesi

Makassar (ANTARA) – Tim gabungan pencarian dan penyelamatan (SAR) telah berhasil memulihkan cockpit voice recorder (CVR) dan flight data recorder (FDR) dari reruntuhan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) jenis ATR 42-500 yang jatuh di Sulawesi Selatan pekan lalu.

“Pada pukul 11 pagi waktu setempat, kami menemukan objek yang diduga merupakan kotak hitam pesawat,” kata Kolonel Dody Triyo Hadi, Asisten Operasi Komando Distrik Militer XIV/Hasanuddin, dalam pernyataan video pada Rabu.

Dia menegaskan bahwa tim yang ditugaskan untuk menyisir bagian ekor pesawat telah mengidentifikasi lokasinya secara visual sejak Selasa (20 Januari), di mana kotak hitam diduga terpasang.

Karena kondisi cuaca yang tidak mendukung, tim tidak dapat segera mengambil perangkat tersebut dan baru mendekati bagian ekor pada hari Rabu untuk mengevakuasi kotak hitam.

“Kami melepaskan kotak hitam dari tempat pemasangannya dan mengangkutnya ke posko di Desa Tompobulu,” ujarnya.

Kedua perekam tersebut ditemukan dalam keadaan utuh di bagian ekor pesawat. Tim telah memberitahukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memverifikasi temuan ini.

“Saat kami periksa bagian ekor, kotak hitam masih terpasang di mount-nya dan tetap utuh. Kami kirim dokumentasi video temuan itu untuk diverifikasi,” tambah Kolonel Hadi.

Badan SAR Nasional (Basarnas) Pusat juga telah diinformasikan, dan petugas SAR sedang menunggu instruksi lebih lanjut.

Secara terpisah, Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arief Anwar mengonfirmasi pemulihan ini, menyebutkan kotak hitam "telah diamankan oleh tim evakuasi dan akan diserahkan ke KNKT" untuk penyelidikan.

Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang di sekitar Gunung Bulusaraung saat hendak mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada 17 Januari.

Pesawat itu membawa 10 orang, terdiri dari tujuh awak kabin dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dua korban telah ditemukan di area pegunungan Bulusaraung dan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

MEMBACA  Hindari kesalahan teknis yang dapat berdampak politik: Jokowi

Pada hari Rabu, tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) mengumumkan telah berhasil mengidentifikasi korban pertama sebagai seorang pramugari berusia 33 tahun bernama Florencia Lolita Wibisono. Korban kedua, berjenis kelamin laki-laki, belum dapat diidentifikasi.

Berita terkait: Korban laki-laki kecelakaan ATR diidentifikasi sebagai DedenMaulana: polisi

Berita terkait: Indonesia pulihkan kotak hitam dari lokasi kecelakaan ATR sementara pencarian berlanjut

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar