Terjemahan judul: Menteri Indonesia Serukan "Konversi Ekologis" di Tengah Krisis

Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, mengajak semua lapisan masyarakat untuk melakukan "konversi ekologis" sebagai upaya mengatasi krisis lingkungan yang sedang berlangsung.

"Ini adalah momen penting bagi kita semua untuk mempraktikkan kouver si ekologis, yaitu dengan merenung, mengakui kesalahan kita, dan mengambil tindakan untuk memperbaiki hubungan kita dengan alam," ujarnya dalam pernyataan pada Minggu.

Berbicara dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Jakarta pada Sabtu, Jumhur mengatakan konversi ekologis tidak hanya mendorong perlindungan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan budaya peduli dan tanggung jawab yang bisa diwariskan ke generasi mendatang.

Ia menyoroti tiga krisis planet yang sedang dihadapi dunia saat ini: perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi lingkungan.

Menurut Jumhur, tiga krisis ini saling terkait dan mengancam stabilitas ekologis, ekonomi, dan sosial dalam skala global.

"Sangat jelas bahwa planet kita dalam kondisi kritis. Itu sebabnya kita harus bersatu dan hasil kan konversi ekologis," katanya.

Jumhur menjelaskan bahwa konversi ekologis lebih dari sekadar seruan moral. Ini adalah panggilan untuk mengubah cara manusia memandang lingkungan dan membangun kesadaran bahwa setiap tindakan sehari-hari berdampak pada kelangsungan planet.

Mengingat kondisi global saat ini, melindungi lingkungan bukan lagi pilihan, tetapi kewajiban moral dan sosial yang harus dibagi seluruh lapisan masyarakat, tambahnya.

Menteri tersebut mengatakan konsep konversi ekologis sejalan dengan upaya Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim melalui Enhanced Nationally Determined Contribution (Enhanced NDC), yang menargetkan pengurangan emisi sebesar 31,89 persen melalui upaya domestik dan 43,20 persen dengan dukungan internasional pada 2030.

Selain itu, pemerintah mengadopsi Strategi Jangka Panjang untuk Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2050 (LTS-LCCR 2050) sebagai peta jalan pembangunan rendah karbon dan tanggap iklim.

MEMBACA  Timnas Indonesia U-17 Gagal Lolos dari Babak 32 Besar Piala Dunia 2025

Menurut Jumhur, target dan kebijakan ini hanya akan berhasil jika diimin gi dengan perubahan perilaku publik dan kesadaran lingkungan yang lebih besar.

"Kita semua perlu merenung, mengakui kesalahan kita, imen dan mengambil tindakan untuk memperbaiki hubungan kita dengan alam," katanya.

Berita terkait: RI mendorong pertobatan ekologis untuk mengurangi limbah nasional
Berita terkait: Indonesia mendorong upaya konservasi menjelang perundingan keanekaragaman hayati COP17

Penerjemah: Prisca Triferna, Raka Adji
Redakt ir: Anton Santoso
Hak cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar