Rabu, 18 Maret 2026 – 00:05 WIB
Laporan rekaman audio tentang serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari lalu kembali jadi sorotan. Dalam rekaman itu disebutkan bahwa Mojtaba Khamenei berhasil selamat dari serangan yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Mojtaba selamat karena saat serangan terjadi, ia sedang keluar dari kompleks kediaman ayahnya di Tehran untuk jalan-jalan di taman beberapa menit sebelum ledakan. Rekaman audio yang bocor dari sebuah pertemuan mengungkap bahwa Mojtaba awalnya bersama ayahnya, tapi kemudian keluar ‘untuk melakukan sesuatu’, seperti dilaporkan Telegraph.
Rekaman itu juga mengungkap detail mengerikan dari serangan tersebut. Tubuh kepala militer Iran hancur berkeping-keping sehingga yang tersisa untuk identifikasi hanya beberapa kilogram bagian tubuhnya. Sementara itu, menantu Ali Khamenei ditemukan dengan kepala terbelah dua akibat ledakan.
Segera setelah Mojtaba menjauh, rudal balistik Blue Sparrow Israel menghantam kompleks itu. Serangan ini menewaskan Khamenei dan puluhan perwira senior serta anggota keluarganya, tetapi menyelamatkan Mojtaba saat itu.
“Kehendak Tuhan membuat Mojtaba pergi ke halaman untuk melakukan sesuatu dan kemudian kembali. Dia ada di luar dan sedang menuju lantai atas ketika mereka menyerang gedung dengan rudal. Istrinya, Nyonya Haddad, langsung gugur sebagai syuhada,” kata kepala protokol kantor Khamenei, Mazaher Hosseini, dalam pertemuan pribadi pada 12 Maret.
Hosseini menegaskan Mojtaba hanya mengalami cedera ringan di kaki, sesuai dengan laporan terbaru tentang luka pemimpin baru Iran itu.
Hosseini juga memberi tahu ulama senior Iran dan komandan IRGC bahwa setidaknya tiga rudal digunakan dalam serangan ke kompleks Khamenei. Satu rudal menghantam tempat Khamenei berada, sementara rudal lain menghantam rumah Mojtaba di lantai atas dan rumah saudara iparnya, Misbah al-Huda Bagheri Kani.
“Rudal itu sangat kuat sehingga menembus lantai bawah tempat Misbah berada, dan kena kamar Misbah. Rudal-rudal itu menghantam sehingga membelah kepalanya menjadi dua,” ujar Hosseini.
Hosseini mencatat bahwa Mostafa Khamenei, putra sulung Khamenei, selamat dari serangan bersama istrinya, dan keluar dari reruntuhan tanpa ada luka.