Teks yang telah ditulis ulang dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut: IRGC Sebut Trump Gagal Hadapi Iran, Klaim Strategi AS Tidak Efektif Versi tata ulang: Gagal Loyoh Lawan Iran, Garda Revolusi Nilai Strategi AS Mentah

Jumat, 24 April 2026 – 19:00 WIB

VIVA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai telah alami kegagalan strategis. Hal ini diungkap oleh wakil politik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Yadollah Javani.

Dalam pernyataannya Kamis waktu setempat, Javani juga negaskan bahwa militer AS tidak akan pernah mampu kalahkan bangsa Iran yang ia nilai tangguh. Javani menambahkan bahwa AS dan sekutunya keliru karena mengira serangan langsung berskala besar bisa melumpuhkan Iran dalam waktu kurang dari 48 jam.

“Hari ini, Trump ingin memaksa bangsa Iran yang besar untuk menyerah, padahal Tuhan telah tutup jalan dominasi orang-orang kafir dan kebatilan atas kaum beriman, dan Trump tidak memahaminya. Trump tidak akan pernah mampu mengalahkan bangsa Iran," kata dia dikutip dari laman presstv.ir, Jumat 24 April 2026.

Menurutnya, angkatan bersenjata Iran berhasil gegalkan serangan militer AS dengan melancarkan 100 gelombang serangan balasan yang sukses, menyasar berbagai target sensitif dan strategis Amerika Serikat serta Israel di kawasan pada 28 Februari lalu.

Javani juga soroti bahwa dunia saat ini menyaksikan sebuah peristiwa sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana AS tetap gagal menyingkitkan Iran.

“Kegagalan strategis ini menjadi kemenangan pertama Republik Islam Iran; artinya musuh gagal capai tujuan utamanya, yaitu mengalahkan bangsa Iran,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tujuan kedua AS adalah memicu keruntuhan internal dan kekosongan kekuasaan lewat upaya pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi. Skenario yang dirancang pechah belah Iran itu, menurutnya, juga sepenuhnya gagal karena tak mampu melemahkan persatuan nasional.

Ketegangan militer sempat mereda pada 8 April,k setelah 40 hari perang, ketika gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan mulai berlaku. Namun, putaran awal perundingan Teheran-Washington gagal capai kesepakatan akibat tuntutan AS yang nilai terlalu berlebihan.

MEMBACA  Tiongkok Menawarkan Diri sebagai Mitra Andal di Tengah Ketegangan AS dengan Sekutunya

Meski Trump secara sepihak memperpanjang gencatan senjataan dan menyatakan pemerintahannya akan tunggu usulan Iran untuk putaran kedua di Islamabad, Teheran hingga kini belum berkomitmen lanjutkan negosiasi. Pihak Iran mau bilang tuntutan berlebihan Washington serta blokade laut AS yang berlangsung sebagai dua hambatan utama penyelesaiaì konflik.

Tinggalkan komentar