Produksi padi di lahan percontohan Program ACEZ-NU di Lebak meningkat 106,8 persen, dari 950 kilogram menjadi 1.965 kilogram. Peningkatan ini berkat penerapan teknologi pertanian berbasis bionutrient yang juga mempercepat masa tanam jadi kurang dari tiga bulan. Program ACEZ-NU diharapkan jadi model pertanian berkelanjutan yang bisa dipakai di berbagai daerah demi mendukung ketahanan pangan nasional.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Produksi padi di lahan percontohan Program Agriculture Circular Economy Zone-Nahdlatul Ulama (ACEZ-NU) di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, naik sekitar 106,8 persen setelah pakai inovasi pertanian berbasis bionutrient. Kenaikan ini terlihat dari hasil panen yang naik dari sekitar 950 kilogram pada musim sebelumnya menjadi 1.965 kilogram di lahan seluas 840 meter persegi.
Panen perdana Beras NU digelar pada 6-7 Juli 2026 sebagai langkah awal untuk ngembangin model pertanian berkelanjutan. Model ini menggabungkan teknologi, perbaikan kualitas tanah, peningkatan kemampuan petani, dan penguatan ekosistem pertanian. Program ACEZ-NU melibatkan banyak pihak, seperti Lakpesdam PBNU, LPP PBNU, PWNU, PCNU, kelompok tani, pemerintah daerah, dan Radiance Agritech Inc. dari Taiwan.
Teknologi Bionutrient Tingkatkan Produktivitas
Direktur Eksekutif Lakpesdam PBNU, Asrul Raman, bilang peningkatan produksi ini adalah temuan penting dari penerapan teknologi pertanian. "Sebelumnya, hasil dari lahan ini sekitar 950 kilogram. Setelah pakai teknologi dan bionutrient, panen kali ini capai 1.965 kilogram. Jadi peningkatannya lebih dari dua kali lipat," kata Asrul pada Rabu (8/7/2026). Selain naikin hasil, teknologi bionutrient juga bikin masa tanam jadi lebih cepat, yaitu kurang dari tiga bulan. Bionutrient juga. memperbaiki unsur hara tanah sekaligus meningkatkan daya tahan tanaman dari hama.
Tak Hanya Panen, Petani Juga Belajar Teknologi
Asrul menegaskan, keberhasilan program enggak cuma diukur dari hasil panen, tetapi juga dari tambahnya pengetahuan petani soal teknologi pertanian. "Yang mau kita bangun bukan hanya hasil panen. Ada pengetahuan yang tumbuh, teknologi yang dipelajari petani, ekosistem yang dibangun, dan akhirnya kita ingin ngukur kemandirian petani," ujar dia.
Menurutnya, panen perdana Beras NU ini jadi awal dari pengembangan ACEZ-NU sebagai model pertanian sirkular. Model yang diterapkan di Malingping ini diharap bisa dipakai di berbagai daerah untuk naikin produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, sekaligus menguatkan ketahanan pangan nasional. (*)