Taufik Hidayat Terancam Pasal Berlapis, Kejati Jabar Terima SPDP dari Polda

Rinkasan Berita:

  • Kejati Jawa Barat udah nerima SPDP dari Polda Jabar dan tunjuk sembilan jaksa buat ngawalin penyidikan kasus Taufik Hidayat.
  • Tersangka kena pasal berlapis soal dugaan penganiayaan dan penyekapan yang bikin korban alami cacat permanen.
  • Korban YTR masih dirawat di RSHS Bandung dan bakal jalanin operasi rekonstruksi wajah secara bertahap selama sekitar tiga bulan.

    WARTAKOTALIVE.COM, BANDUNG — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat udah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polda Jawa Barat terkait kasus penganiyaan dan penyekapan terhadap YTR (29) sama tersangka Taufik Hidayat.

    Kasipenkum Kejati Jawa Barat, Nur Sricahyawijaya, bilang SPDP itu mereka terima pada 15 Juni 2026.

    Nah, untuk menindaklanjuti itu, Kejati Jabar udah nunjuk sembilan orang jaksa buat ngikutin perkembangan penyidikan.

    "Kami baru nerima SPDP dan langsung nunjuk sembilan jaksa. Para jaksa itu bakal terus koordinasi sama tim penyidik soal perkara yang ditangani," kata Nur Sricahyawijaya, Minggu (28/6/2026).

    Ia juga jelasin kalau Taufik Hidayat disangkakan Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara lima tahun dan denda maksimal Rp50 juta.

    Baca juga: RSHS Bandung Siapkan Dokter Bedah Plastik untuk Wanita yang Disekap di Bandung

    Mananggapi harapan keluarga korban yang pengin tersangka dihukum seumur hidup, Nur Sricahyawijaya negasin kalo hal itu bakal tergantung sama fakta-fakta yang muncul di pengadilan.

    "Ya nanti itu kita liat dari fakta persidangan kaya apa aja," ucapnya.

    Sebelumnya, dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Jumat (26/6/2026), Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan sempat bilang kalo Taufik Hidayat disangkakan pasal berlapis atas perbuatannya ke YTR sampe bikin cacat permanen.

    "Dilihat dari kejadian dan perbuatan pelaku, jelas itu sesuatu yang tidak wajar, sadis, dan patut dikutuk. Kami bakal maksimal buat menjerat tersangka memakai pasal-pasal yang paling berat. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak biar kekerasan yang dilakukannya dapet hukuman sepadan," jelasnya.

    Rudi nyebutin, dari hasil gelar perkara dan ini kayanya dari saksi, korban, dan lainnya sambil koordinasi sama Kejaksaan Tinggi Jabar mereka dapetin sederet pasal buat jeblosin Taufik Hidayat.

    *

    Baca juga:** Kondisi Terkini Perempuan Bandung Disekap 3 Tahun, Kini Sudah Bisa Diajak Ngobrol

    "Pertama ada pasal 446 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sampe 5 tahun. Kami lapis lagi dengan pasal lain yaitu pasal 451 tentang penyanderaan yang hukumanya maksimal 12 tahun. Ini bakal kami tuntut secara kumulatif, jadi sekalian digabgung nanti. Ketiga, pasal tentang perampasan kemerdekaan yang ancaman penjara maksimal 9 tahun hayo; terus di-juncto-kan lagi sama pasal 126 ayat 2 ancaman 9 tahun," jelas Kapolda.

    Oya, satu info nih dari Kapolda, kate-nya ini tersangka beneran residivis karena duluuu perna juga narojol perempuan sampe dipenjara satu tahun empat bulan, kejadainnya di daerah yanga sama kaya tadi dia sok sok – Bandung.

    Kerusakan Serius dari Mulut tapi nyampe ke Pipi

    Gara-gara kekerasan fisik luar biasa, dampaknya parah banget buat YTR (29). Dia, sebagai korban penyekapan kena perbuatan T *** Taufik Hidayat di daerah Bandung— ke laut dimana dirinya g disangkain al p AKH hanya tidak adzan-berakhir terus menerus??? (sory ;p) ini dampak masih kurang lancar… pokoknya kerusakan di cu + mulai ato cuma ngikut… Alhasil po id B u bilang— karena dah di se seles…

    … Ih gemana ini kap nya – Ras It dan W tp j kelewatan mantap. Lag, sim sal abs langen:
    dia telah –… F fa ha si.

    Secara khusus, up dating Room mo
    Sud ( Hasan Sadikin – … ) A and us wa .. [tba] eeks = mem… Pot be mengalami apaasi, p inf p rent sub t ub ia jam has… Sesuk… Namun dari ters sung itu plus ya pak sekarang K L eu bisa in no kelup mending kay masih B2 Cek

    Jal— Wes ana g

    Kaya aman: ih … okay k L Ser di mb s P : keraw
    au → yo ku I ring for si, sing um…> i’ angkatan D, a
    bagians dan
    S w 😉 g
    biy— p ib nu sem sampe Rp for Z ok ad—— HA — Us- sm lah atau-!
    g |

MEMBACA  Lebih dari 80% Generasi Milenial mengatakan mereka tidak mampu menghadapi krisis paruh baya.

Tinggalkan komentar