Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan kunjungan ke Malaysia untuk bertukar pandangan mengenai tarif impor baru yang diumumkan oleh pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh kantornya di sini pada hari Jumat, Hartarto pertama kali membahas kebijakan AS tersebut dalam pertemuan yang diadakan oleh Wakil Perdana Menteri I Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, di kediaman resmi pemimpin Malaysia tersebut pada hari Kamis.
Esok harinya, menteri Indonesia tersebut mengunjungi kantor Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Putrajaya.
“Sebagai ketua ASEAN tahun 2025, sangat penting bagi Malaysia untuk mendorong penguatan kerja sama di antara semua negara ASEAN dalam menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan tarif timbal balik AS,” ujarnya kepada Ibrahim.
Keduanya juga membahas kerja sama ekonomi bilateral selama pertemuan mereka.
Ibrahim mengatakan bahwa, sebagai ketua ASEAN tahun ini, negaranya membutuhkan dukungan dari negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk meningkatkan daya tarik investasi, pariwisata, dan perdagangan.
Setelah pertemuan tersebut, Hartarto bertemu dengan Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Tengku Zafrul Azis, untuk membahas strategi penguatan ekonomi ASEAN.
Pada kesempatan tersebut, utusan Indonesia sekali lagi menegaskan pentingnya kesatuan di antara negara-negara ASEAN mengingat situasi saat ini.
Beliau mendesak 10 negara anggota ASEAN untuk menyelaraskan langkah-langkah mereka, mengingat bahwa tidak ada satupun dari mereka terhindar dari kebijakan AS, yang Presiden Trump gambarkan sebagai langkah timbal balik.
“Kita perlu bersama-sama terlibat dan membangun komunikasi dengan pemerintah AS,” ujarnya.
Hartarto dan Azis juga menyatakan komitmen mereka untuk memperjuangkan kepentingan ekonomi negara mereka sambil menjaga hubungan perdagangan yang solid dengan AS, termasuk melalui perjanjian kerangka perdagangan dan investasi yang dibentuk dengan Washington.
Translator: Bayu S, Tegar Nurfitra
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2025