Jakarta (ANTARA) – Kementerian Koordinator Bidang Pangan menargetkan penambahan 2 juta ekor sapi indukan hingga tahun 2029 sebagai upaya memperkuat produksi daging dan susu nasional.
Wakil Menteri untuk Usaha Pangan dan Pertanian, Widiastuti, menyatakan dalam Pertemuan Strategis Internasional mengenai Transformasi Industri Peternakan Berkelanjutan pada Jumat, bahwa langkah ini kunci untuk mendukung swasembada pangan.
Dia mengatakan beberapa komoditas peternakan sudah mencapai swasembada, seperti daging ayam dan telur. Produksi ayam broiler diproyeksikan capai 5,4 juta ton dan produksi telur 7,3 juta ton pada 2029.
Namun, produksi daging sapi dan susu masih menghadapi tantangan karena populasi ternak yang terbatas. Itu sebabnya pemerintah menargetkan tambahan 2 juta ekor sapi indukan.
Widiastuti menyebut permintaan diperkirakan akan meningkat lagi dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang akan menaikkan konsumsi produk peternakan.
Pemerintah berupaya memenuhi permintaan melalui produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor, tambahnya.
Untuk memperkuat ekonomi lokal, kementerian mendorong peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai pelaku utama dalam distribusi dan pengolahan hasil peternakan.
Koperasi diharapkan bisa menjadi wadah bagi peternak kecil untuk berkembang dan terintegrasi ke dalam rantai pasok program MBG.
Menurut dia, koperasi dapat berfungsi sebagai pusat distribusi dan pengolahan sekaligus membuka peluang partisipasi pemuda dalam membangun ekonomi kerakyatan.
“Ini mencerminkan kedaulatan pangan, di mana rakyat memproduksi, mengelola, dan menikmati manfaat dari gizi yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Pertanian telah menyiapkan lahan seluas 1,5 juta hektar untuk investasi pengembangan sapi perah dan sapi potong.
Kementerian juga telah mengusulkan 21 lokasi sebagai Proyek Strategis Nasional untuk mendukung investasi di sektor ini.
Berita terkait:
- Indonesia rancang peta jalan capai swasembada susu pada 2029
- Presiden targetkan harga protein terjangkau dalam setahun
Penerjemah: Ahmad, Kenzu
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026